Atap Seng Puskesmas Boganatar di Sikka Rusak Berat Akibat Erupsi Lewotobi, Pasien Harus Dievakuasi ke Ruang Rawat Inap - FloresPos Net - Page 2

Atap Seng Puskesmas Boganatar di Sikka Rusak Berat Akibat Erupsi Lewotobi, Pasien Harus Dievakuasi ke Ruang Rawat Inap

- Jurnalis

Senin, 17 Februari 2025 - 20:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ruangan rawat jalan Puskesmas Boganatar di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, yang atap dan plafonnya rusak berat. (FOTO: EBED DE ROSAY)

Kondisi ruangan rawat jalan Puskesmas Boganatar di Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, yang atap dan plafonnya rusak berat. (FOTO: EBED DE ROSAY)

Maria berharap agar pemerintah bisa segera melakukan perbaikan sebab Puksesmas Boganatar sebagai puskesmas perbatasan antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Ia menjelaskan, Puskesmas Boganatar juga sering melayani pasien yang dirujuk dari Kabupaten Flores Timur dan melayani para pengungsi yang terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Jumlah masyarakat yang kami layani saat ini 6.122 jiwa. Akibat erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, semua pasien umum dirujuk dari wilayah Flores Timur ke tempat kami,” terangnya.

Baca Juga :  Tim Dokter Orthopedi Kemenkes Tiba di Sikka, Segera Bertugas di RSUD dr. TC Hillers Maumere

Warga Desa Kringa, Wilhelmus Weran yang sedang mengantar sang istri berobat ke Puskesmas Boganatar mengakui sebelumnya selalu mendapatkan pelayanan di ruang rawat jalan.

Wilhelmus mengatakan akibat rusaknya atap bangunan isterinya harus mendapatkan pelayanan di ruang rawat inap apalagi saat ini sering terjadi hujan lebat.

Baca Juga :  Komunitas Cinta Laut Bersih Flores Konsisten Edukasi Nelayan Bersihkan Laut dari Sampah

“Kami berharap agar puskesmas ini bisa segera diperbaiki supaya pelayanan kesehatan kepada kami masyarakat kecil ini tidak bisa berjalan baik. Kami kuatir kalau pasien banyak maka pelayanan sangat terganggu,” pintanya. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 281 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WITA

Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan

Berita Terbaru