Maria berharap agar pemerintah bisa segera melakukan perbaikan sebab Puksesmas Boganatar sebagai puskesmas perbatasan antara Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.
Ia menjelaskan, Puskesmas Boganatar juga sering melayani pasien yang dirujuk dari Kabupaten Flores Timur dan melayani para pengungsi yang terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.
“Jumlah masyarakat yang kami layani saat ini 6.122 jiwa. Akibat erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, semua pasien umum dirujuk dari wilayah Flores Timur ke tempat kami,” terangnya.
Warga Desa Kringa, Wilhelmus Weran yang sedang mengantar sang istri berobat ke Puskesmas Boganatar mengakui sebelumnya selalu mendapatkan pelayanan di ruang rawat jalan.
Wilhelmus mengatakan akibat rusaknya atap bangunan isterinya harus mendapatkan pelayanan di ruang rawat inap apalagi saat ini sering terjadi hujan lebat.
“Kami berharap agar puskesmas ini bisa segera diperbaiki supaya pelayanan kesehatan kepada kami masyarakat kecil ini tidak bisa berjalan baik. Kami kuatir kalau pasien banyak maka pelayanan sangat terganggu,” pintanya. *
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










