LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Banyak jalan di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Januari 2025 belum punya nama.
Di sisi lain, tak sedikit warga mengusulkan agar pemberian nama jalan di Labuan Bajo segera dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar.
Itu amat penting karena terkait alamat tempat tinggal, kantor dan lain-lain. Supaya tidak menyulitkan orang mencari alamat di Labuan Bajo, termasuk terkait surat menyurat dan sebagainya.
Sehubungan dengan nama jalan, masyarakat juga menginginkan agar jalan-jalan strategis di ibu kota Mabar itu jangan menggunakan nama ikan, tetapi diberi nama tokoh, entah toko nasional maupun toko lokal Mabar atau nama mentereng sesuai nama Labuan Bajo yang juga sudah dibaptis sebagai kota super premium.
Kepala Dinas Perhubungan Mabar, Adrianus Gunawan belum lama ini kepada media ini di Labuan Bajo, mengungkapkan, semua ini adalah PR (pekerjaan rumah) buat Pemkab dan DPRD Mabar. Karena pemberian nama jalan harus ada Perda (Peraturan Daerah).
Kemudian, pemberian nama jalan juga mungkin sebaiknya mesti yang familiar dengan warga setempat bermukim. Karena ada juga di Labuan Bajo sebutan nama jalan yang tidak sesuai data administrasi atau stambuk resmi pemerintah, negara.
“Banyak juga yang begitu di Labuan Bajo. Di data resmi nama jalannya lain, tetapi warga setempat sebutnya lain dan malah itu yang lebih familiar di masyarakat situ,” ujar Kadis Gunawan.
Tentang pergantian nama jalan ikan dengan nama tokoh lokal atau nasional, karena itu menyangkut figur, itu juga menjadi masukan yang baik, PR bagi Pemkab Mabar.
Itu semua akan menjadi pertimbangan pemerintah dalam pemberian nama-nama jalan di Mabar atau Labuan Bajo nanti, termasuk soal pergantian nama jalan-jalan strategis di kota Labuan Bajo yang sampai sekarang masih bernama jalan ikan tertentu.
“Itu semua masukan, PR bagi pemerintah. Kelak pemberian nama jalan harus ada Perda,” tutup Kadis Gunawan. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










