LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hari Ibu yang jatuh pada setiap tanggal 22 Desember dirayakan dalam banyak hal dan bentuk. Di Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Hari Ibu Tahun 2024, dirayakan dengan penuh belas kasih.
Salah satunya, ibu-ibu membawa anak-anaknya berusia dibawah lima tahun (Balita) dan menyuapi mereka dengan makanan bergisi.
Kegiatan pemberian makanan bergisi bagi anak-anak Balita tersebut diprakarsai oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP) Katedral Reinha Rosari Larantuka, Keuskupan Larantuka.
“Pemberian makanan bergisi bagi Balita ini dalam rangka perayaan Hari Ibu di wilayah Paroki Katedral. Ini juga sebagai upaya bersama menekan angka Stunting di wilayah Paroki, daerah dan secara nasional,” jelas Wakil Ketua I DPP Paroki Katedral Reinha Rosari, Apolonia Corebima, Sabtu (21/12/2024).
Kegiatan pemberian makanan bergisi berlangsung di pelataran panggung halaman depan Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.

Sebelum para ibu menyuap makanan bergisi kepada anak-anak, Pastor Rekanan Paroki Katedral RD. Odel dan Wakil Ketua I DPP Apolonia Corebima secara simbolis menyuapi anak-anak. Lalu, dilanjutkan ibu-ibu dari 8 lingkungan di wilayah paroki menyuapi anak-anak mereka dengan makanan bergisi.
Apolonia Corebima lebih lanjut menjelaskan, kegiatan pemberian makanan bergisi bagi Balita tersebut karena berangkat dari data stunting di paroki. Di wilayah Paroki Katedral, katanya, terdata 76 anak Balita masuk dalam kategori stunting.
“Sehingga DPP bersama Seksi Gender dan Perempuan, PSE, Pendidikan, Kerawan dan Seksi Keluarga bersepakat perayaan Hari Ibu tahun ini dengan pemberian makanan bergisi bagi anak Balita di wilayah paroki,” kata Apolonia Corebima.
Selain itu, kata Apolonia Corebima, kegiatan itu juga berangkat dari masalah atau isu stunting Kabupaten Flores Timur dan secara nasional.

Kata Apolonia, data angka stunting di Kabupaten Flores Timur saat ini masih berada pada posisi 18,67 persen atau masih jauh dari target penurunan hingga 10 persen.
“Kita sama-sama bergerak dan berupaya menekan Stunting. Kegiatan ini juga bagian dari upaya dan dukungan paroki untuk generasi emas kita. Kegiatan kami hari ini, ada penyuluhan stunting, pemberian makanan bergisi, dan bingkisan untuk anak-anak. Pada kegiatan ini, ada 40 Balita, dimana tiap lingkungan 5 orang,” katanya.
Apolonia Corebima pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ibu yang datang membawa anak-anaknya pada kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki, Pastor Rekana, DPP Paroki dan semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
“Selamat Hari Ibu untuk kita semua. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dalam upaya bersama mencegah dan menekan angka stunting di wilayah paroki, daerah dan secara nasional demi generasi emas kita,” kata Apolonia Corebima.

Sementara Pastor Rekanan Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka, RD. Odel yang hadiri mewakili Pastor Paroki pada kesempatan itu memberikan pesan-pesan dan menyampaikan sejumlah hal berkaitan dengan peran penting seorang ibu dalam mendidik dan membesarkan anak-anak dalam lingkungan keluarga.
Romo Odel berharap melalui kegiatan tersebut, para ibu bisa meneruskan cerita baik kepada sesama para ibu di wilayah Paroki Katedral Reinha Rosari. Anak-anak kedepan, juga tidak hanya bebas stunting secara jasmani tetapi juga bebas stunting secara rohani. Ibu punya peran penting dalam tumbukembangnya anak, katanya.
“Peran ibu sangat penting dalam tumbuhkembang anak. Atas nama Pastor Paroki, saya ucapkan terima kasih kepada DPP, dokter dan para orang tua. Harapannya, ini memotivasi semua ibu-ibu di paroki. Selamat Hari Ibu,” kata Romo Odel.
Disaksikan Florespos.net, Sabtu (21/12/2024), pada kesempatan itu, ibu-ibu juga mendengarkan penyuluhan tentang stunting dibawahkan oleh dr. Ovellya Maharani Lamabelawa, dokter pada RSUD Hendrik Fernandez Larantuka. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










