Puncak Pramuka Segera Dibangun, Pinto: Sumber PAD Baru Manggarai Barat - FloresPos Net

Puncak Pramuka Segera Dibangun, Pinto: Sumber PAD Baru Manggarai Barat

- Jurnalis

Kamis, 21 November 2024 - 20:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Mabar NTT, Salvador Pinto.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Mabar NTT, Salvador Pinto.

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) segera membangun Puncak Pramuka di Labuan Bajo. Saat ini sudah pada tahap pelelangan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Mabar, Salvador Pinto, mengungkapkan Puncak Pramuka kelak menjadi sumber penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) baru kabupaten itu manakala sudah beroperasi.

Kepada FloresPos. Net baru-baru ini di Labuan Bajo, Kaban Pinto, menguraikan salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Mabar meningkatkan penerimaan PAD itu ke depannya antara lain optimalisasi barang milik daerah. Salah satu barang milik daerah Mabar yang mau dioptimalisasi pemanfaatannya adalah tanah kosong Puncak Pramuka yang selama ini hanya hutan.

Saat ini Puncak Pramuka, kata dia,  sudah pada tahap pelelangan, dan Penkab Mabar sudah melakukan penilaian, didamping Kementerian Keuangan RI dan layak untuk dioptimalisasi.

“Kita sekarang lagi lelang, cari para investor yang sanggup untuk membangun di situ (Puncak Pramuka),” ujar Kaban Pinto.

Baca Juga :  Dinas KP2 Manggarai Barat Menggelar Pangan Murah

Menurut Kaban Pinto, tujuan dibangunnya Puncak Pramuka, pertama, menciptakan obyek wisata baru, kedua, menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat/UKM, ketiga untuk peningkatan PAD.

Direncanakan di Puncak Pramuka akan dibangun ikon Manggarai Raya yaitu museum caci. Juga ada resort, ada bangun hotel, dan ada semacam pusat-pusat UMKM di situ. Dengan begitu, Puncak Pramuka yang selama ini hutan akhirnya jadi obyek. Museum caci itu konek dengan Waterfront City/Marina 1 dan 2 di sampingnya.

“Ini nanti menjadi sumber uang atau kantong uang atau pundi- pundi keuangan buat Pemkab Mabar melalu penerimaan PAD, ” kata Kaban Pinto.

Sesuai sertifikat nomor 5 hak pakai, luas tanah Puncak Pramuka seluruhnya, demikian Kaban Pinto, yakni 141.100 meter per segi atau 14 hektare lebih.

Masih Kaban Pinto, sedikitnya ada 3 hal yang Pemda dapatkan dari pembangunan Puncak Pramuka, yaitu ada pertumbuhan pariwisata baru, pertumbuhan ekonomi, dan Pemda (Mabar) menurut penilaian Kementerian Keuangan, Pemda minimal dapat kontribusi tetap per tahun Rp.1,2 miliar.

Baca Juga :  Marselinus Jeramun Pamit dari DPRD Manggarai Barat

“Masih bangun saja dia (investor) harus bayar tiap tahun, itu belum masuk ke pembagian keuntungan ketika dia sudah operasional, ada pembagian keuntungan,” ujarnya.

Selain itu, sehubungan dengan pembangunan Puncak Pramuka, kelak dapat membuka lapangan kerja ketika hotel sudah operasi, restoran juga demikian, PBB-nya juga masuk, termasuk pajak reklamenya masuk di situ.

Apabila sudah selesai bangun Puncak Pramuka, giliran berikut bangun di eks Kantor Perindag di Labuan Bajo, tak jauh dari Puncak Pramuka. Di situ didesain untuk tempat parkir, juga UKM. Selanjut urus aset Pemda depan Polres. Itu semua tanah Pemda Mabar.

“Tapi ini jangka panjang, pelan- pelan, urus aset daerah itu rumit, gampang-gampang susah, tidak seperti yang kita diskusikan, ” tutup Kaban Pinto. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Mendesak Pengembangan Wisata Darat di Manggarai Barat
Rumah Kos di Sikka Akan Dikenai Pajak Barang Jasa Tertentu
Keluarga Siswi SMP Korban Pembunuhan di Rubit Kecewa Kinerja Polres Sikka
RAT Kopdit Setiawan Bajawa, Komitmen Tingkatkan Ekonomi Anggota dan Setia pada Kewajiban
Johanes Capristrano Watu Resmi Jabat Sekda Ngada
Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Rubit Berharap Polres Sikka Mengusut Tuntas dan Keluarga Mendapatkan Keadilan
Pertamina Pastikan Stok BBM Tak Akan Habis dalam 21 Hari
Petani Harus Jaga Siklus dan Keseimbangan Alam, Jangan Basmi Musuh Alami Tanaman
Berita ini 670 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:13 WITA

Mendesak Pengembangan Wisata Darat di Manggarai Barat

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:08 WITA

Rumah Kos di Sikka Akan Dikenai Pajak Barang Jasa Tertentu

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:05 WITA

Keluarga Siswi SMP Korban Pembunuhan di Rubit Kecewa Kinerja Polres Sikka

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:33 WITA

RAT Kopdit Setiawan Bajawa, Komitmen Tingkatkan Ekonomi Anggota dan Setia pada Kewajiban

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:57 WITA

Johanes Capristrano Watu Resmi Jabat Sekda Ngada

Berita Terbaru

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Republik Indonesia pose dengan pejabat Pemkab Mabar dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores di Labuan Bajo baru-baru ini.

Nusa Bunga

Mendesak Pengembangan Wisata Darat di Manggarai Barat

Jumat, 6 Mar 2026 - 21:13 WITA

Nusa Bunga

Rumah Kos di Sikka Akan Dikenai Pajak Barang Jasa Tertentu

Jumat, 6 Mar 2026 - 21:08 WITA

Nusa Bunga

Johanes Capristrano Watu Resmi Jabat Sekda Ngada

Jumat, 6 Mar 2026 - 19:57 WITA