LARANTUKA, FLORESPOS.net-Posko Pengungsian warga terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang mengungsi mandiri di Desa Watotika Ile, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan air bersih.
Kepala Desa Watotika Ile, Kecamatan Yohanes Mai Tobin menyampaikan itu kepada wartawan di Kantor Desa, Selasa (12/11/2024) siang.
“Selain bantuan tangki air, kami di sini juga butuh air bersih. Saat ini, air di tempat kami lagi menurun debit karena musim kemarau,” kata Yohanes Tobin.
Yohanes Tobin mengatakan, warga terdampak yang mengungsi mandiri di desanya berjumlah 148 jiwa dan tersebar di 15 rumah warga.
Mereka, katanya, berasal dari Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura serta Desa Boru dan Desa Klatonlo, Kecamatan Wulanggitang.
Sejak sehari letusan besar pada Minggu (3/11/2024), kata Yohanes Tobin, warga terdampak yang mengungsi di desanya mendapatkan bantuan baik dari desa maupun dari pihak ketiga.
“Setiap bantuan yang diterima, kami data dan langsung distribusi ke warga terdampak yang mengungsi di rumah-rumah warga. Mereka tinggal di rumah warga jadi seperti rumah sendiri dan kampung sendiri,’ katanya.
Senada disampaikan Magdalena Mariana Ludji Fernandez (50) warga Desa Boru, Yosefa Elfriyani Liwu (44), dan Elisabeth Ulu Hera (52) warga Desa Klatonlo.
Selain air bersih, menurut mereka, juga bantuan dan perhatian mengenai pendidikan anak-anak dan pelayanan kesehatan.
“Juga soal sekolah anak-anak kami karena sudah satu Minggu mereka tidak sekolah dan kesehatan karena banyak orang tua lanjut usia,” kata Magdalena Ludji diamini Yosefa Elfriyani dan Elisabeth Hera.
Disaksikan Florespos.net, Selasa (12/11/2024) siang, di Posko Pengungsian Kantor Desa Watotika Ile ada beberapa tangki air bantuan, tetapi belum ada air. *
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










