LARANTUKA, FLORESPOS.net-Warga terdampak letusan Gunung Lewotobi Laki-laki yang berdomisil di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur semakin meluas.
Mereka terpaksa harus keluar dari kampung halaman dan mengungsi ke tempat aman agar terhindari dari letusan dahsyat disertai semburan lava pijar, abu vulkanik, pasir, kerikil dan material lainnya seperti yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) malam lalu.
Selain mengungsi di rumah penduduk, sejak Minggu (3/11/2024) malam hingga Kamis (7/11/2024), warga terdampak seperti Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Padang Pasir, Desa Boru, Desa Nawokote di Kecamatan Wulanggitang dan Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura mengungsi di tiga posko terpusat.
Tiga posko terpusat disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur tersebut, yakni di Desa Konga, Desa Lewolaga, dan Desa Bokang Wolomatang di Kecamatan Titehena. Tiga posko ini ada di luar radius 7 kilometer (km) dan sektoral 8 km barat laut dari puncak letusan Lewotobi Laki-laki.
Berdasarkan data sementara menyebutkan jumlah warga terdampak yang mengungsi terus bertambah bahkan membludak menyusul meningkatkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada beberapa hari terakhir.
Hingga Sabtu (9/11/2024) malam, jumlah warga terdampak yang mengungsi sudah mencapai 11.445 jiwa. Jumlah warga terdampak yang mengungsi dan menempati tiga posko tersebut yang disediakan Pemda saja mencapai 5.838 jiwa.
Pemda Flores Timur dan Tim Penanggulangan Bencana lainnya akhirnya menambah dengan membuka 1 posko baru di SDK Eputobi, Desa Lewoingu, Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur atau 15-an kilometer dari puncak erupsi.
“Iya, sementara ada penambahan 1 posko baru di SDK Eputobi, Desa Lewoingu. Jadinya sudah 4 posko terpusat, yakni Konga, Lewolaga, Bokang dan Eputobi” kata Heri Lamawuran, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Flores Timur, Sabtu malam menambahkan.
“Penambahan posko ini dilakukan menyusul pada Kamis dan Jumat dilakukan evakuasi darurat karena ada erupsi yang berulang-ulang.”
Heri Lamawuran mengatakan, jumlah warga yang mengungsi saat ini 11.445 jiwa tersebar di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Di Flores Timur terpusat di tiga posko yakni di Desa Konga, Desa Lewolaga dan Desa Bokang Wolomatang serta rumah penduduk pada 6 desa di Kecamatan Titehena berjumlah 5.838 jiwa.
Lalu, rumah penduduk di Kecamatan Wulanggitang berjumlah 1.263 jiwa, Kecamatan Ile Bura 127 jiwa, Kecamatan Demon Pagong 302 jiwa, Kecamatan Larantuka 296 jiwa, Kecamatan Ile Mandiri dan Lewolema 43 jiwa dan tiga kecamatan di Pulau Adonara 12 jiwa.
Sementara di Kabupaten Sikka, hingga Sabtu malam warga yang mengungsi berjumlah 3.564 jiwa tersebar di tiga desa dan Kota Maumere.
“Seluruhnya berjumlah 11.445 jiwa. Ini data sementara jumlah warga terdampak yang mengungsi baik di Kabupaten Flores Timur maupun Kabupaten Sikka per Sabtu (9/11/2024) malam,” kata Heri Lamawuran.
Pantauan Florespos.net Sabtu siang hingga malam di Posko SDK Eputobi, Desa Lewoingu, Kecamatan Demon Pagong, Tim Penanggulangan Bencana sedang mendirikan beberapa tenda, membuat dapur umum dan kebutuhan lainnya untuk penanganan pengungsi.
Data sementara yang diperoleh dari petugas pendataan menyebutkan, warga yang mengungsi di SDK Eputobi berasal dari Desa Hewa, Desa Nawokote, Desa Nobo, Desa Klatonlo, Desa Boru Kedang seluruhnya berjumlah 1.049 jiwa.
Disaksikan Florespos.net, warga terdampak yang mengungsi di SDK Eputobi masih mengalami kekurangan air bersih untuk mandi dan mencuci. Di lokasi hanya ada beberapa profile tank, tetapi seluruhnya belum terisi air. Sebagian besar warga ke rumah-rumah penduduk untuk mandi, buang air besar dan kecil serta mencuci.*
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat










