Hadirkan Relawan Saat Pelantikan, Ignas Iryanto: AWK Politisi yang Tahu Berterimakasih - FloresPos Net

Hadirkan Relawan Saat Pelantikan, Ignas Iryanto: AWK Politisi yang Tahu Berterimakasih

- Jurnalis

Selasa, 22 Oktober 2024 - 18:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rewalawan Angelius Wake Kako di Gedung MPR/DPR/DPD RI

Rewalawan Angelius Wake Kako di Gedung MPR/DPR/DPD RI

ENDE, FLORESPOS.net-Anggota DPD RI asal NTT, Angelius Wake Kako (AWK) menghadirkan puluhan relawannya saat momen pelantikan Anggota MPR, DPR dan DPD RI pada 1 Oktober 2024 lalu. Hal ini mendapat pujian dari Dr. Ignas Iryanto  Djou, tokoh Ende yang berdomisili di Jakarta.

Dikutip dari laman Facebooknya, Dr. Ignas Iryanto menulis ada dua hal yang menarik perhatian dalam pelantikan Anggota DPR dan DPD di Senayan pada 1 Oktober kemarin.

Pertama, tidak hadirnya Gibran serta penerimaan atas kehadiran Presiden Jokowi yang datar-datar saja contrast dengan sambutan atas masuknya Presiden terpilih pak Prabowo yang gegap gempita.

Kedua, yang agak mengejutkan ternyata dalam kursi pimpinan di Senayan, Gerindra menyalib Golkar yang adalah pemenang kedua Pileg kemarin setelah PDIP. Beberapa teman telah menulis mengenai hal-hal ini dan saya tidak akan mengulanginya lagi.

Dr. Ignas Iryanto mengatakan ada hal lain yang mungkin luput dari pengamatan atau dianggap gak penting oleh wartawan namun baginya cukup menarik perhatian dan fenomenal karena merefleksikan sikap politik serta karakter personal dari politisi yang melakukannya.

Putra Ende, politisi nasional yang memenangkan kursi DPD untuk kedua kalinya,  Angelo Wake Kako hadir di Senayan bersama 60 orang yang menjadi simpul relawannya dari seluruh NTT. Relawan inilah yang memenangkan dia.

Dr. Ignas mengatakan hal yang dilakukan AWK menunjukan karakter politisi yang baik yang tahu berterimakasih sekaligus tahu menjaga semangat team.

Baca Juga :  Kapolda NTT: TPPO Itu Kejahatan yang Teroganisir

 

“Banyak yang hadir dengan keluarganya saja. Tapi Angelo memilih hadir bersama teamnya. Lima tahun lalu di periode pertama, dia hadir bersama orang tuanya yang didatangkan dari Ende ke Jakarta dan sempat jadi viral karena orang tuanya hadir dengan pakaian sangat sederhana di senayan: dengan ragi mite Lio dan sandal sederhana”.

Ia mengatakan AWK mendatangkan  para simpul relawan tersebut  bukan hanya sekadar membalas budi mereka namun ini merupakan bagian dari konsolidasi team yang sudah bersepakat untuk melanjutkan kerja-kerja pemberdayaan yang telah dirintisnya.

“Saya kaget karena justru itu yang dalam beberapa kali berdiskusi  dengan teman teman yang aktif di bidang pemberdayaan, muncul keluhan bahwa sangat sulit mendapatkan mitra apalagi relawan di  daerah yang punya komitment pada pemberdayaan yang impaknya memang lama dan butuh kerja keras. Jauh lebih mudah mendapatkan mitra atau relawan untuk kerja kerja politik, seperti tim sukses pileg dan pilkada di daerah”.

Rupanya dari 60 simpul relawan yang dihadirkan ada sekitar 30% nya sudah bergabung dalam jaringan supply chain komoditi tertentu yang kini menjadi semacam core bisnis dengan impak pemberdayaan lokal bagi masyarakat maupun bagi para relawannya.

Baca Juga :  Puncak Kemarau Panjang, Krisis Air Bersih di Wilayah Sikka Meluas 4 Kecamatan

Ini sangat kreatif dan inovatif. Konon produk akhirnya saat ini adalah daging kemiri dan arang kulit kemiri. Endproductnya akan dikembangkan ke arah produksi briket carbon aktif serta juga asap cair/deorub yang dapat dimanfaatkan di sektor pertanian maupun perikanan.

Yang dilakukan oleh Senator dari NTT ini sangat inovatif, karena merupakan varian dan model baru dalam menggabungkan kerja politik dengan kerja pemberdayaan.

Model yang konventional adalah Legislator menggunakan dana aspirasi memberikan bantuan ke konstituennya atau menyalurkan dana dari kementerian yg jadi mitra komisinya atau eksekutif menggunakan dana Pembangunan dan menggelontarkan proyek ekonomi ke wilayah konstituennya.

Itu hal-hal yang biasa saja walaupun tidak semua melakukannya. Mereka hanya menyalurkan dana apbn ke konstituennya, tidak ada unsur inovasi di dalamnya, jika ingin jujur.

Namun merintis unit bisnis dan mengintegrasikan organ relawan politik ke dalam jaringan supply chain bisnisnya serta melakukan tahap tahap pemberdayaan dari margin profit unit bisnisnya, merupakan Langkah Langkah yang layak diappresiasi dan layak ditiru.

Selamat kepada politisi muda ini, semoga tetap konsisten melakukannya walau merupakan hal yang tidak mudah. Di dalamnya tersirat aspek edukasi dan penguatan semangat entrepreneurship yang merupakan titik lemah Masyarakat NTT secara umum. *

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Wisata Literasi, SDIT Rabbani Akan Kunjungi Kantor Bupati, Toko Buku Gramedia dan Perpustakaan Daerah
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 07:18 WITA

Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 06:46 WITA

Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA