Gunung Lewotobi Meletus Malam Ini, Semburkan Lava Pijar - FloresPos Net

Gunung Lewotobi Meletus Malam Ini, Semburkan Lava Pijar

- Jurnalis

Minggu, 9 Juni 2024 - 19:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, kembali meletus, Minggu (9/6/2024) malam.

Kali ini, Gunung Lewotobi Laki-laki meletus disertai strombolian atau semburan lava pijar dari pusat erupsi.

Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Minggu (9/6/2024) malam melaporkan, terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan tinggi kolom abu sekitar 1.100 meter di atas puncak atau 2.684 meter d.a.p.l.

“Telah terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, NTT, pada tanggal 09 Juni 2024 pukul 18:43 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.100 m di atas puncak (± 2.684 m di atas permukaan laut),” demikian keterangan tertulis PVMBG PGA Lewotobi Laki-laki Minggu (9/6/2024) malam.

Baca Juga :  Pemda Flores Timur Pungut Retribusi Parkir Kendaraan di Badan Jalan

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 43.6 mm dan durasi ± 14 menit 43 detik.

“Teramati letusan dengan strombolian. Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level II Waspada,” kata PVMBG PGA Lewotobi Laki-laki.

PVMBG merekomendasikan, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 2 KM dari pusat erupsi serta sektoral 3 km pada arah Utara-Timur Laut dan 5 KM pada sektor Timur Laut.

Baca Juga :  Dua Tim Favorit Juara Tumbang di Babak 16 Besar EGDM Cup, Arwana FC Jaga Gengsi Tuan Rumah

Masyarakat juga diminta agar tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat di sekitar Gunung Laki-Laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Berita ini 199 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA