LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Perikanan (KP2) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) Fatinci Reynilda mengajak semua Kepala Desa/Lurah di daerah itu supaya membuat prediksi neraca pangan dan menanam pohon di wilayah kekuasaan masing-masing.
Kadis yang biasa disapa In tersebut menyampaikan itu ketika membuka evaluasi bantuan pangan tahap satu untuk Mabar dari Pemerintah Pusat (Pempus) Tahun 2024 di Labuan Bajo pada Selasa (21/5/2024), seperti dilansir media ini sebelumnya.
Menurut Kadis In, membuat prediksi neraca pangan desa sangat penting, karena kalau ketahanan pangan tidak bagus bisa muncul banyak masalah sosial, seperti pencurian, pembunuhan, mudah diadudomba, dipecahbelah dan sebagainya. Ketahanan pangan hampir sama dengan ketahanan negara.
Karena itu, masing-masing Kades harus mengetahui potensi desanya, berapa luas lahan sawah, berapa luas lahan kering, atau potensi apa saja. Desa A produksi padi, Desa B produksi jagung, dan Desa C produksi kedelai.
Prediksi itu penting, setidaknya untuk 3 bulan ke depan, untuk mengetahui waktu yang hasilnya banyak/berlimpah, dan waktu mana yang hasilnya menurun.
Sehubungan dengan ini pula, penting dibuat lumbung pangan untuk menampung hasil petani/kelompok tani saat panen raya, baik padi, jagung dan lain-lain.
Hasil yang ditampung di lumbung pangan bisa dibagi kepada warga/kelompok manakala warga mengalami hasil turun atau dalam situasi panceklik.
Saat hasil berlimpah/banyak bisa dijual ke Bulog dan lain-lain. Bulog siap membeli hasil petani sesuai regulasi/kerja sama dengan Bulog.
Dewasa sekarang, masih Kadis In, tidak bisa lagi menjual kemiskinan untuk dapat uang, kecuali minta anggaran untuk sumbang oksigen buat Indonesia/negara/daerah.
Untuk itu diminta kepada semua Kades/Lurah dan lainnya di Mabar supaya menanam pohon sebanyak mungkin. Itu untuk mengurangi karbon.
“Karbon itu tidak bagus, tidak baik, bisa buat kita cepat tua,” komentar Kadis In.
Karbon, lanjut Kadis In, di antaranya bersumber dari pembakaran sampah, pembakaran sisa-sisa jerami, dan dari asap kendaraan.
“Makin banyak pohon makin banyak oksigen. Karbon menyumbang pemanasan bumi, pemanasan global, dan tubuh kita makin panas,” ujar Kadis In. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus










