LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tengah menggelar kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tahun 2025 di tingkat kecamatan.
Di Kecamatan Lewolema, kegiatan Musrenbang dipusatkan di Kantor Desa Riangkotek berlangsung pada Rabu (20/3/2024). Kegiatan dibuka Penjabat Bupati Flores Timur diwakili Camat Lewolema Herry Amalebe Tokan, SE.
Penjabat Bupati Flores Timur Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Camat Herry Tokan mengatakan, Musrenbang merupakan wadah bersama pelaku pembangunan membahas prioritas kegiatan pembangunan sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025.
Menurut Doris Rihi, tahun 2025 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Flores Timur tahun 2023-2025 sekaligus tahun terakhir periode RPJPD 2005-2025.
Kata Doris Rihi, kegiatan ini merupakan tahapan perencanaan dengan energi dan semangat transformasi dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran-sasaran pembangunan yang telah disepakati dalam RKP.
“Oleh karena itu, berbagai aspirasi masyarakat harus dicermati secara baik serta lebih serius dalam menentukan program-program strategis dan prioritas dengan mempertimbangkan arah kebijakan pembangunan daerah dan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Penjabat Bupati Doris Rihi mengajak seluruh peserta Musrenbang RKPD untuk melakukan komunikasi yang lebih terbuka, berkualitas dan lebih terukur sehingga mampu tercapainya rencana pembangunan yang aspiratif, obyektif, rasional, dan tepat sasar.
“Pembangunan tahun 2025, kita arahkan untuk peningkatan produktivitas dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif. Dengan harapan pemulihan ekonomi daerah dapat menggerakan aktivitas seluruh bidang kehidupan masyarakat,” katanya.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pada momen Musrenbang itu, Doris Rihi menegaskan kembali kepada Kepala Desa dan pemangku kepentingan di desa lebih serius dalam penanganan stunting melalui berbagai upaya termasuk PMT dari Dana Desa untuk menuju target 10 persen pada tahun 2025.
Selain itu, untuk mengantisipasi ketahanan pangan daerah, dan pengendalian inflasi, maka pemanfaatan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan, harus dapat mendorong petani untuk meningkatkan produktifitas pertanian melalui upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang lebih serius.
Camat Lewolema, Herry Amalebe Tokan, SE., kepada Florespos.net, mengatakan, kegiatan Musrenbang itu diikuti semua Kepala Desa, Sekretaris Desa, BPD, dan pemangku kepentingan di Kecamatan Lewolema serta Anggota DPRD Flores Timur Dapil Lewolema, Eman Tokan.
Setelah pembukaan, peserta Musrenbang di bagi dalam beberapa kelompok. Mereka duduk bersama bermusyawarah dan membahas berbagai aspirasi masyarakat. Yang mengemuka terungkap terkait infrastruktur jalan di ruas jalan pantai utara Kecamatan Lewolema. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus









