Bicara Soal Air Minum, Perumda Tirta Komodo Manggarai Temui Para Lurah Kota Ruteng - FloresPos Net

Bicara Soal Air Minum, Perumda Tirta Komodo Manggarai Temui Para Lurah Kota Ruteng

- Jurnalis

Senin, 5 Februari 2024 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Jajaran Perumda Tirta Komodo Manggarai, Flores, NTT, menemui para lurah di Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong guna berbicara soal dinamika seputar air minum yang terjadi belakangan ini.

Pertemuan itu dipusatkan di Kantor Kecamatan Langke Rembong, Senin (5/2/2024). Pertemuan dipimpin Camat Yohanes Emiliano Alexander Ndahur dengan narasumber utama Direktur Perumda Marsel Sudirman.

Pantauan wartawan, dalam pertemuan itu, para lurah diberi waktu berbicara soal dinamika konkret yang terjadi dalam masyarakat Kota Ruteng belakangan ini, terutama berkaitan air yang tidak lancar, air macet, pelayanan air bergilir lain-lain.

Ketika itu Camat Langke Rembong, Yohanes Ndahur mengatakan, dinamika yang terjadi dalam urusan air minum di Kota Ruteng dan sekitarnya lagi ramai.

Karena itu, apa yang terjadi itu, pihak kecamatan dan kelurahan harus tahu juga duduk soalnya sehingga bisa diketahui dan diteruskan penjelasannya ke warga masing-masing.

“Kita dengar langsung dari pimpinan Perumda untuk sampaikan kondisi riil tentang air kita. Terimakasih atas agenda ini dari Perumda,” katanya.

Dikatakan, publik tahu dan merasakan apa yang terjadi dengan distribusi air minum belakangan ini. Ada yang lancar, ada yang tidak, ada yang macet-macet, dan pelayanan bergilir atau dijadwalkan.

Baca Juga :  Kali Nangagete di Sikka Banjir, Anak Sekolah Meliburkan Diri

Apa sebenarnya yang terjadi hanya Perumda yang tahu persis. Karena itu, perlu sosialisasi terkait manajemen pengelolaan air minum ini.

Para lurah diminta untuk memanfaatkan waktunya secara baik agar tahu soal dan nanti bisa menjelaskan ke masyarakat tentang situasi pelayanan air Perumda.

Dan, apa yang terjadi di kelurahan-kelurahan juga dibicarakan agar diketahui oleh orang Perumda. Termasuk kalau ada  usul dan saran guna perbaikan ke depan.

Sedangkan Direktur Perumda Marsel Sudirman mengatakan, apresiasi kepada kecamatan karena menyediakan waktu khusus untuk berbicara tentang situasi air untuk pelanggan Perumda di Kecamatan Langke Rembong.

“Waktu ini sangat bagus untuk kami sehingga bisa sampaikan apa yang terjadi dengan air kita,” katanya.

Perlu media yang pas untuk menyalurkan informasi. Kalau tidak, maka bisa terjadi seperti pipa bocor yang tidak utuh mengalirkan airnya  sampai di kran.

Kalau para lurah mendapatkan informasi yang tidak utuh atau sepotong-sepotong, maka informasi yang diteruskan ke masyarakatnya tidak maksimal.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Tak Tanggung Biaya Kesehatan Korban Kecelakaan Akibat Mabuk Sopi

Pertemuan ini menjadi saluran yang baik guna berbagi informasi. Para lurah menjadi saluran  pas untuk berbicara kepada warganya ketika ada soal di lapangan.

Para lurah bisa menjelaskan duduk soal sehingga publik tidak cenderung men-judge orang Perumda.

Yang terjadi belakangan ini seperti itu. Cenderung yang negatif ke Perumda dengan pelbagai argumen dan cara pandang tentang masalah yang ada.

Orang umumnya beranggapan bahwa air selalu banyak di gunung. Pertanyannya, mengapa air tidak lancar dan mengapa aliran air diatur bergilir.

Tetapi, apakah benar banyak air dari gunung. Mungkin itu betul juga. Tetapi, publik harus tahu juga bahwa sumber air yang dikelola Perumda tidak banyak.

Dan, banyak soal lain di hulu atau sumber air yang pelik sehingga berdampak pada pelayanan air tidak maksimal walaupun Perumda berupaya memberi pelayanan optimal kepada para pelanggannya.

“Untuk itu, memang kami tidak bisa kerja sendiri. Kita perlu kerja kolaborasi dalam menangani soal-soal yang agar pelayanan air menjadi lebih baik lagi,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA