LARANTUKA, FLORESPOS.net-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyiapkan dua opsi atau pilihan pelaksanaan pencoblosan Pemilu serentak pada 14 Februari 2024 bagi warga pemilih terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang masuk dalam zona merah.
“Saat ini kami telah menyiapkan dua opsi untuk pelaksanaan pencoblosan pada 14 Februari 2024 bagi warga terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki,” kata Ketua KPU Kabupaten Flores Timur Kornelis Abon Tabi kepada Florespos.net, Sabtu (13/1/2024).
Kornelis Tabi menjelaskan dua opsi dimaksud, yakni mengurus pindah pilih mereka dari tempat pemungutan suara (TPS) asal ke TPS lain terdekat posko pengungsi atau di mana pemilih saat ini mengungsi.
Opsi kedua, menurut dia, melakukan pergeseran TPS asal ke TPS di mana saat ini pemilih tempati di lokasi pengungsian.
“Untuk opsi yang kedua ini, kami tunggu arahan dari pimpinan nasional,” kata Kornelis Tabi.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih sedang mendata pemilih yang mengungsi akibat bencana erupsi baik di posko pengungsian, rumah-rumah keluarga atau titik di mana mereka mengungsi.
“Kami tetap ikut pergerakan pemilih keluar TPS nya akibat bencana alam, sambil update status kebencanaan oleh Pemda,” kata Kornelis Tabi.
Sebelumnya, Kornelis Tabi mengatakan, berdasarkan data sementara didata oleh PPK dan PPS, terdapat 26 TPS dan 1.887 pemilih masuk wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Kornelis Tabi menjelaskan, ke 26 TPS itu, 17 di antaranya berada di wilayah Kecamatan Wulanggitang dan 9 TPS di wilayah Kecamatan Ile Bura.
Kecamatan Wulanggitang 17 TPS dengan jumlah pemilih 907 orang tersebar pada 5 TPS di Desa Hokeng Jaya, 4 TPS di Desa Klatonlo, 5 TPS di Desa Nawokote, 2 TPS di Desa Waiula dan 1 TPS di Desa Boru.
Kecamatan Ile Bura 9 TPS dengan jumlah pemilih 980 orang tersebar pada 4 TPS di Desa Nobo, 3 TPS di Desa Nurabelen, dan 2 TPS di Desa Dulipali.
“Ini data sementara yang kami peroleh dari PPK dan PPS. Saat ini kami sedang mendata pemilih yang mengungsi,” kata Kornelis Tabi, Jumat (12/1/2024).
Untuk diketahui, ada 8 desa tersebar di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura saat ini merupakan wilayah terdampak langsung sekaligus menjadi zona merah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Adapun 8 desa dimaksud, yakni Desa Hokeng Jaya, Desa Klatonlo, Desa Nawokote, Desa Waiula dan Desa Boru di Kecamatan Wulanggitang dan Desa Nobo, Desa Nurabelen dan Desa Dulipali di Kecamatan Ile Bura. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










