LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gunung Lewotobi Laki-laki menunjukkan aktivitas secara terus menerus dengan mengeluarkan asap tebal dan abu berwarna putih, coklat, dan kelabu dari lubang-lubang erupsi terutama pada bagian barat laut utara, tenggara selatan dan puncak kawah.
Asap dan abu vulkanik dari gunung berapi dengan ketinggian 1.703 meter diatas permukaan laut (dpl) itu berhembus mengikuti arah angin.
Selama sepekan sejak erupsi pada Senin (1/1/2024) dini hari, asap dan abu vulkanik dominan berhembus ke arah barat laut utara dan tenggara selatan dari puncak kawah.
Namun, sejak Senin (8/1/2024) malam kemarin, asap tebal dan abu vulkanik dominan berhembus ke arah barat laut, utara dan timur.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur melaporkan periode pengamatan Selasa (9/1/2024) pukul 06:00-12:00 Wita.
PGA Lewotobi Laki-laki menyebutkan, pada periode pengamatan tersebut, cuaca cerah, mendung, dan hujan.
“Angin bertiup lemah ke arah utara dan timur laut. Suhu udara 24-30 °C,” kata Petugas PGI Lewotobi Laki-laki di Pululera, Anselmus Bobyson Lamanepa melalui rilisnya Selasa (9/1/2024) siang.
Bobyson melaporkan, secara visual, gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 800-1000 meter di atas puncak kawah.
Kegempaan juga terekam berjumlah 4 kali dengan amplitudo: 7.4-14.8 mm dan durasi : 11-16 detik. Vulkanik Dangkal jumlah 1 kali dengan amplitudo: 29.6 mm dan durasi : 17 detik.
Lalu, Vulkanik Dalam jumlah 1 kali dengan amplitudo:14.8 mm, S-P : 0.7 detik, Durasi : 9 detik. Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 3.7-7.4 mm (dominan 3.7 mm).
“Gunung Lewotobi Laki-laki berada di Level III (Siaga). Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat dihimbau apabila berada di luar rumah menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kaca mata),” kata Bobyson.
Sementara Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur, yang berjarak sekitar 40-an kilometer arah timur dari puncak kawah kini mulai keciprat abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki sejak Senin (8/1/2024) dini hari.
“Pagi tadi, saya bangun dan lihat motor dan di luar rumah sudah ada abu vulkanik. Abunya tipis saja. Hari ini saya keluar rumah langsung menggunakan masker,” kata Pius Bai, warga Postoh, Kelurahan Postoh, Kecamatan Larantuka.
Pantauan Florespos.net, Selasa (9/1/2024) pagi, meski abu vulkanik sudah terasa, namun umumnya warga Kota Larantuka belum banyak menggunakan masker.
Selain itu, belum ada imbauan atau pengumuman dari pihak terkait agar masyarakat Kota Larantuka mulai menggunakan masker atau pelindung mata dan wajah saat berada di luar rumah. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










