Sertifikat Tanah Dalam HPL Manggarai Barat Tidak Bisa Digunakan untuk Keperluan Lain - FloresPos Net

Sertifikat Tanah Dalam HPL Manggarai Barat Tidak Bisa Digunakan untuk Keperluan Lain

- Jurnalis

Minggu, 10 Desember 2023 - 14:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Semua tanah masyarakat di kawasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) pada 4 desa di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, lahan-lahan tersebut disinyalir milik negara.

“Semua tanah masyarakat di HPL yang bersertifikat itu sepertinya tidak berlaku sertifikatnya,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM (Nakertranskop UMKM) Mabar, Theresia P. Asmon menanggapi media ini belum berlalu di Labuan Bajo.

Dikabarkan, semua tanah pribadi atau berstatus ulayat atau apapun jenis/status lainnya belakangan tidak bisa di sertifikat karena masuk kawasan HPL. Lalu bagimana lahan masyarakat yang telah bersertifikat?

Baca Juga :  152 Warga Golo Kempo Manggarai Barat Alami Gangguan Penglihatan

Diberitakan media ini sebelumnya, 4000 warga Mabar tanda tangani pernyataan tolak Sk HPL 001.

Menurut Kadis Asmon, kabar itu benar, bahwa beberapa tahun terakhir ini tanah dalam kawasan HPL yang konon milik pribadi, hak ulayat, dan fasilitas publik tidak bisa disertifikat.

Tidak hanya lahan pribadi masyarakat, tanah ulayat yang sudah bersertifikat juga tidak berlaku,”  ujar Kadis Asmon.

Baca Juga :  Ikut Prosesi Wisuda STPM dengan Kursi Roda, Dewi: Saya Tetap Semangat

Pemkab Mabar/Dinas Nakertranskop UMKM terus berupaya menyelesaikan masalah HPL tersebut ke Pemerintah Pusat/Kementerian/Kelembagaan terkait supaya tanah milik masyarakat, tanah ulayat, fasilitas umum yang bangun di wilayah HPL dikeluarkan dari HPL.

“Kalau sudah keluar dari HPL itu baru bisa lahan-lahan mereka disertifikat, karena sudah dikeluarkan dari HPL,” ungkap Kadis Asmon.

Dilansir media ini sebelumnya, Bank Dunia segera bangun reservoar Tiwu Nampar Mabar NTT setelah lokasinya keluar dari HPL. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon
Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende
DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah
94 Sarjana Pendidikan Keagamaan Katolik STIPAS Ruteng Berjanji Setia Jalani Tugas Sebagai Katekis dan Guru Agama Katolik
Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas
Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama
Anggota Komisi XI DPR RI Julie Laiskodat Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka
Komisi 1 DPRD Ende Sebut Usulan Anggaran untuk Pilkades dan PKK Tidak Rasional
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:41 WITA

Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WITA

DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:12 WITA

Bupati Yosef Tanggapi Kritik Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Ende, Meski Tanpa Mobil Prokopim Tetap Jalankan Tugas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Kepala Bulog Cabang Ende Kunjungi RPK dan Mitra, Pedagang Mengaku Senang Bekerjasama

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:41 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Melampaui Reruntuhan

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:29 WITA