Terduga Kasus Kekerasan di Reo, Manggarai, Sempat Mau Bunuh Diri - FloresPos Net

Terduga  Kasus Kekerasan di Reo, Manggarai, Sempat Mau Bunuh Diri

- Jurnalis

Sabtu, 2 Desember 2023 - 12:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net – Dalam pelariannya pasca kasus kekerasan terhadap istri, anak, dan rumahnya sendiri, terduga sempat mau bunuh diri.

Dalam rilis yang diterima wartawan di Ruteng, Sabtu (2/12/2023) dari Polres Manggarai, NTT, menyebutkan, pasca  kejadian terduga  sempat melakukan percobaan bunuh diri.

“Terduga sempat meminum cairan Tuksedon dan menggorok lehernya,”ujar Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiasa.

Terduga I saat ini sedang dalam penyelidikan intensif untuk proses selanjutnya berkaitan dengan status hukumnya atas tindak pidana yang dilakukannya.

Terduga pelaku penganiayaan di Reo tersebut nantinya akan  disangkakan dengan Pasal 187 ayat (3) KUHP Jo Pasal 44 ayat (3) Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Baca Juga :  Bbabinkamtibmas Reok Gandeng Warga Bersihkan Pohon Tumbang di Batok

Lalu, unsur Pasal 187 ayat (3) KUHP, yakni barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir.

Dan, ancaman hukumannya, yakni pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dan meng-akibatkan orang mati.

Dan, unsur Pasal 44 ayat (3) Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, yakni setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga mengakibatkan matinya korban;

Ancaman hukumanya, yakni dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun atau denda paling banyak Rp 45 juta.

Baca Juga :  Tender Proyek Dana Inpres Infrastruktur Puluhan Miliar di Manggarai Gagal Tentukan Pemenang

Sebelumnya, Kasat Reskrim AKP Hendrick Rizqi Ario Bahtera mengatakan, kasusnya mendapat atensi publik. Karena itu, pihaknya harus bergerak cepat untuk melakukn penyelidikan.

“Kasih kita waktu untuk mengungkapkan kasus ini,” katanya.

Kasus kebakaran di Reo, seperti diberitakan media ini sebelumnya terjadi Selasa (28/11/2023) Pkl. 23.00 Wita. Rumah yang terbakar itu milik suami dan istri Ismail dan Fitriani dengan dua anaknya yang kembar.

Kasus ini menarik perhatian publik karena rumor bahwa ada unsur pembunuhan. Dugaannya, istri dibunuh suaminya dan lalu rumahnya dibakar. *

Penulis:Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA