Rabies dan Kebakaran Rumah - FloresPos Net

Rabies dan Kebakaran Rumah

- Jurnalis

Kamis, 2 November 2023 - 09:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: dr. Asep Purnama

KABUPATEN Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT, dinyatakan KLB Rabies oleh Bupati TTS tanggal 30 Mei 2023.

Hingga saat ini -bulan Nopember 2023, memasuki bulan ke 6 paska KLB, korban gigitan Hewan Penular Rabies masih terus bertambah.

Bahkan korban nyawa bertambah 1 lagi beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2023. Total sudah 8 nyawa meninggal sia-sia karena virus rabies di Kabupaten TTS.

Rabies seperti layaknya penyakit menular lainnya, akan menyebar cepat jika tidak dilakukan upaya pencegahan.

Virus rabies bisa menyebar melalui Hewan Penular Rabies, khususnya anjing. Penyebaran bisa cukup jauh bahkan lintas kabupaten karena daya jelajah anjing bisa 2 hingga 10 km.

Belajar dari kejadian rabies di pulau Flores, tahun 1997 rabies masuk melalui Sarotari, Kabupaten Flores Timur dan dalam waktu 3 tahun sudah menyebar ke seluruh pulau Flores. Tahun 2000, virus rabies tidak terbendung, ‘menjajah’ 9 kabupaten yang ada di Flores Lembata.

Jika tidak dilakukan upaya pencegahan dengan strategi tepat dan didukung semua pihak terkait maka bukan tidak mungkin virus rabies akan menyebar dari TTS ke seluruh Kabupaten/Kota di pulau Timor Barat, bahkan ke negara Timor Leste.

Tentu kita tidak berharap Timor menjadi Flores kedua dalam hal penyebaran virus rabies. Virus rabies masuk pada tahun 1997, kemudian menyebar ke seluruh Flores pada tahun 2000, dan akhirnya menetap hingga saat ini.

Baca Juga :  Warga 3 Desa Lokasi Pembangunan Waduk Lambo: Mengapa Negara Bayar Ganti Rugi Tanah yang Bersengketa

Virus rabies berada di pulau Flores sudah lebih dari 25 tahun dan kita tidak berdaya mengusir virus rabies dari pulau Flores, bahkan -patut diduga- virus rabies dari Flores-lah yang menyebar ke pulau Timor.

Fokus Penanggulangan Rabies di TTS

Supaya virus rabies tidak menyebar ke Kabupaten/Kota tetangga se-pulau Timor, maka kita harus fokus melakukan penanggulangan rabies di TTS.

Segala daya harus dilakukan untuk mendukung upaya penanggulangan rabies di TTS dikala virus rabies masih terlokalisir di satu kabupaten.

Upaya penanggulangan akan sangat berat dan mahal jika virus rabies sudah menyebar ke seluruh pulau Timor. Jangan sampai kisah duka kegagalan penanggulangan rabies di pulau Flores terulang di pulau Timor.

Jika ada kebakaran rumah, bukan hanya pemilik rumah yang bekerja keras memadamkan api. Dinas Pemadam Kebakaran akan membantu memadamkan api.

Bahkan tetangga korban kebakaran, juga ikut membantu karena jika kebakaran tidak bisa dipadamkan maka api akan menyebar ke rumah tetangga sekitar.

Mirip seperti kebakaran rumah, TTS yang sedang mengalami KLB Rabies harus didukung penuh oleh Pemerintah Propinsi NTT dan Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Operator Penggilingan Padi Temukan Jenazah Pelajar yang Tenggelam di NTT

Bahkan seluruh Kabupaten/Kota tetangga se-daratan Timor diharapakan ikut membantu karena jika Kabuapeten TTS gagal “memadamkan” KLB Rabies maka besar kemungkinan “kebakaran rabies” akan menyebar ke Kabupaten/Kota se daratan Timor.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah duka penyebaran virus rabies di pulau Flores dengan fokus melakukan upaya penangggulangan rabies di TTS.

Perlu diupayakan vaksinasi HPR -khususnya anjing- secara massif (dalam jumlah yang besar) dan serentak dengan cakupan minimal >70% dan menggunakan vaksin anti rabies yang berkualitas.

Pemberian vaksin secara sporadis -tidak massif dan tidak serentak- tidak akan efektif dalam upaya membebaskan rabies dari Kabupaten TTS karena tidak akan terbentuk kekebalan kelompok.

Ada baiknya jika para vaksinator seluruh Kabupaten/Kota se daratan Timor bersatu  membantu Kabupaten TTS melakukan vaksinasi anjing secara serentak dan massif, sehingga cakupan vaksinasi >70% bisa tercapai dalam waktu singkat.

Dengan demikian Kabupaten TTS akan segera terbebas dari virus rabies dan dengan sendirinya ancaman penyebaran virus rabies ke Kab/Kota sekitarnya se-daratan Timor akan sirna.

Dengan bersatu dan bekerja sangat keras saat ini, diharapkan pulau Timor tidak harus mengikuti jejak pulau Flores yang harus  bekerja jangka panjang tanpa batas waktu yang jelas. Amin. Salam sehat bermanfaat. *

Berita Terkait

Dukung Generasi Emas, Polres Ende Mulai Bangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Slog Polri
Ombudsman NTT Pantau Kesiapan Mudik Bandara El Tari Kupang Pastikan Layanan Disabilitas dan Kelompok Rentan
Junirius Pimpin Gamanusratim IPB
Wujudkan Kepedulian Sosial Jelang Idul Fitri, BRI Maumere Berbagi 500 Paket Sembako, Libatkan Yayasan Awalindo
Paripurna LKPj Bupati Ende 2025 Baru Dibuka Langsung Ricuh
Pemda Ngada Bersama PLN Teken MoU Tentang Pemungutan dan Penyetoran Tenaga Listrik
97 ASN di Manggarai Barat Diestimasikan Pensiun 2026
Wujudkan Literasi di Kabupaten Sikka, Kadis Disarpus Bertemu Ketua Forum TBM
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:32 WITA

Dukung Generasi Emas, Polres Ende Mulai Bangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Slog Polri

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:05 WITA

Ombudsman NTT Pantau Kesiapan Mudik Bandara El Tari Kupang Pastikan Layanan Disabilitas dan Kelompok Rentan

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:32 WITA

Junirius Pimpin Gamanusratim IPB

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:56 WITA

Wujudkan Kepedulian Sosial Jelang Idul Fitri, BRI Maumere Berbagi 500 Paket Sembako, Libatkan Yayasan Awalindo

Senin, 16 Maret 2026 - 21:57 WITA

Paripurna LKPj Bupati Ende 2025 Baru Dibuka Langsung Ricuh

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Junirius Pimpin Gamanusratim IPB

Selasa, 17 Mar 2026 - 10:32 WITA

Nusa Bunga

Paripurna LKPj Bupati Ende 2025 Baru Dibuka Langsung Ricuh

Senin, 16 Mar 2026 - 21:57 WITA