Distribusi Tenaga Kependidikan Tak Merata, Akar Soal Buruknya Nilai Literasi dan Numerasi Pendidikan di Manggarai - FloresPos Net

Distribusi Tenaga Kependidikan Tak Merata, Akar Soal Buruknya Nilai Literasi dan Numerasi Pendidikan di Manggarai

- Jurnalis

Rabu, 18 Oktober 2023 - 08:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Banyak komponen yang mempengaruhi nilai pendidikan dari aspek literasi dan numerasi apakah naik, tetap, atau malah turun dari waktu ke waktu.

Ketika dicari akar soalnya, khusus di Manggarai, NTT, titiknya pada distribusi guru yang tidak merata di sekolah-sekolah. Di kota guru menumpuk, di desa terpencil, guru sangat kurang dan bahkan tidak ada.

Kadis Pendidikan Manggarai, Frans Gero ketika membuka Bimtek Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran melalui Penguatan Literasi bagi para guru di Manggarai dan Matim di Ruteng, Selasa (17/10/2023) mengatakan, titik soal memang sudah diketahui.

“Soal itu adalah distribusi tenaga kependidikan yang tidak merata di sekolah-sekolah di Manggarai ini,” katanya.

Penyebaran guru tidak merata itu soal yang lama terjadi. Sekolah-sekolah di kota, guru over. Tetapi di desa atau kecamatan malah kekurangan.

Mengapa ini terjadi? Aneka alasan minta pindah ke kota  atau tidak mau pindah ke desa. Di antaranya, harus mengikuti tugas suami atau istri di kota. Tidak heran, selalu ada permintaan pindah guru ke kota.

Baca Juga :  Ajang Cetak Bibit Unggul, Bupati Sikka Cup Kembali Digelar 2026

Lalu, alasan orang tua sudah Lansia, kondisi kesehatan tidak baik, anak-anak masih kecil, dan lain-lain.

Akibat kekurangan itu, pada jenjang pendidikan TKK/PAUD dan pendidikan non formal, terpaksa diisi tenaga pendidikan  berijazah SMA atau SMK. Padahal, ketentuannya jelas, tidak boleh.

Soal ini, demikian Kadis Frans Gero, sudah disadari betul. Maka yang harus dilakukan adalah penataan pendistribusian tenaga kependidikan di sekolah-sekolah.

Proses ke arah itu sedang dan harus dilakukan agar apa yang diinginkan bisa terwujud, yakni kualitas pendidikan meningkat karena komponen-komponen yang dinilai juga berubah baik dari waktu ke waktu.

Dari aspek komitmen para guru, lanjut Kadis Frans Gero, juga harus terus dilecut agar kompetensinya sesuai dengan tuntutan.

Zaman ini dituntut melek teknologi digital. Segala sesuatu ada dalam media digital untuk dipelajari.

Agak ironi kalau zaman ini guru tidak bisa membuka aplikasi pembelajaran atau tidak tahu apa itu zoom meeting atau livestreaming, dan lain-lain.

Baca Juga :  Masa Kampanye Pilkada 60 Hari Dimulai, KPU Flores Timur Tetapkan Lima Zona

Menurutnya, apa yang dilakukan berupa Bimtek ini adalah upaya membantu agar para guru kembali bekerja sesuai dengan ketentuan dan tahu soal praktis dalam pembelajaran.

“Apa yang nilainya rendah pada siswa, maka itu harus jadi fokus perhatian. Para guru harus bisa melihat soal-soal secara jernih agar bisa mau  berubah dan berinovasi dalam pembelajarannya,” katanya.

Sebelumnya, Pejabat yang mewakili Kepala BPMP Provinsi NTT, Arifin, mengatakan, untuk literasi dan numerasi naik butuh proses.

“Yang kita lakukan sekarang berproses agar kualitas pembelajaran naik sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Dikatakan, kegiatan pemulihan harus banyak dan terus menerus dilakukan karena dalam dua tahun selama Covid vakum aneka kegiatan pembelajaran seperti yang diinginkan.

Untuk, diperlukan komitmen semua unsur di satuan pendidikan dalam mewujudkan program atau kebijakan untuk merdeka belajar. *

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada
Perempuan PDI Perjuangan Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Warga Korban Gempa Flores
Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB
Tim 9 Intensifkan Data Rumah dan Fasilitas Umum yang Rusak di Kecamatan Reok
Kecamatan Reok Intensifkan Distribusi Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa Tektonik
Peduli Guru Terdampak Gempa, Triputra Group dan Persada Capital Investama Salurkan Bantuan melalui Yapersukma Pusat
Atas Nama Kemanusiaan JPIC Fransiskan-es Regio Kalimantan ke Flores Bantu Korban Gempa
Uskup Ruteng Mgr. Sipri Hormat Sambangi Panti Asuhan Distribusikan Bantuan Kemanusiaan
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 17:12 WITA

Gempa Susulan Terus Mengguncang Manggarai, Camat Reok Imbau Warga Tetap Waspada

Kamis, 3 September 2026 - 11:38 WITA

Perempuan PDI Perjuangan Bantu Ratusan Paket Sembako untuk Warga Korban Gempa Flores

Rabu, 2 September 2026 - 20:35 WITA

Kadis PKO Flores Timur Akui Ada Retakan Dinding SDK Kokang, Akan Koordinasi Lagi dengan SPAB

Rabu, 2 September 2026 - 19:13 WITA

Kecamatan Reok Intensifkan Distribusi Bantuan kepada Warga Terdampak Gempa Tektonik

Rabu, 2 September 2026 - 16:52 WITA

Peduli Guru Terdampak Gempa, Triputra Group dan Persada Capital Investama Salurkan Bantuan melalui Yapersukma Pusat

Berita Terbaru