Kerja Intensitas Tinggi Proyek Jalan Berbiaya Belasan Miliar Jalur Mano-Wae Wake Manggarai Timur - FloresPos Net

Kerja Intensitas Tinggi Proyek Jalan Berbiaya Belasan Miliar Jalur Mano-Wae Wake Manggarai Timur

- Jurnalis

Selasa, 31 Oktober 2023 - 20:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net – Pengerjaan jalan raya jalur Mano menuju Wae Wake di Kecamatan Lamba Leda Selatan, Matim, NTT, sedang dalam intensitas tinggi dalam waktu-waktu, belakangan ini.

Proyek berbiaya sebesar Rp 18 miliar lebih yang dikerjakan PT Menara Armada Pratama Ruteng itu, sudah memasuki tahap-tahap akhir mengingat waktu tinggal dua bulan lagi tahun 2023 ini.

Pantauan wartawan yang melintasi jalur jalan tersebut, Minggu (29/10/2023), proses kerja dalam situasi intensitas tinggi. Hal itu bisa dilihat dari kesibukan para pekerja di lapangan dan lalu lalang kendaraan proyek.

Progres di lokasi, pengerjaan dari titik nol Mano, Kecamatan Poco Ranaka menuju Kampung Carang, Kecamatan Lamba Leda Selatan sudah rampung penyiraman aspal hot roller sheet (HRS).

Kondisi jalannya sudah licin dan mulus. Lalu lintas kendaraan masyarakat langsung aman dan nyaman.

Baca Juga :  90 Petani Flores Timur Bertolak ke Soe--Pergi Belajar Praktek Baik Pengembangan Holtikultura

Lalu, dari Kampung Carang menuju Desa Golo Rengket hingga Wae Wake, sedang dalam penyiraman HRS. Karena itu, tidak heran, kendaraan berat milik PT Armada cukup banyak terlihat pada jalur jalan itu.

Proyek itu sendiri sesuai data tertera dalam papan proyek merupakan pengerjaan jalan peningkatan Mano-Wae Wake. Dikerjakan selama 240 hari dengan sumber dana alokasi khusus tahun 2023 sebesar Rp 18 miliar lebih.

Seorang warga Robertus Sudu mengatakan, apa yang dilakukan ini merupakan jawaban pemerintah atas persoalan riil masyarakat akan jalan raya yang baik.

“Dari hati kami katakan ucapkan terimakasih ke Pemkab Matim dan jajarannya Dinas PU. Karena proyek besar ini untuk urus jalan raya ini menjadi lebih baik,” katanya.

Baca Juga :  Progam Murni Kasih, Nelayan di Ngada Terima Bantuan 36 Unit Mesin Ketinting

Dengan adanya proyek ini, jalan raya sudah bagus dan licin. Masyarakat di kawasan ini sudah pasti bangga dengan pemerintahnya.

Menurutnya, masyarakat pasti menginginkan jalan raya tahan lama. Karena itu, masyarakat juga harus ikut mengawasi agar pengerjaannya berkualitas.

Sedangkan dari PT Menara Armada Pratama, Jimmy mengatakan, proyek yang menjadi tanggung jawab perusahaannya sedang dalam pengerjaan. Pasti bahwa yang dikerjakan sesuai dengan ketentuan teknis yang ada.

“Kita sedang kerja. Kita pasti berkomitmen untuk merampungkan kerja sesuai dengan waktu yang dijadwalkan,”katanya.

Pengerjaan sekarang ini sedang dalam tempoh tinggi dalam masa adendum II agar proyek bisa rampung sesuai dengan ketentuan. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:53 WITA