ENDE, FLORESPOS.net-Satu pekan lalu warga Kabupaten Ende dihebohkan dengan kasus warga yang mengalami keracunan setelah mengkonsumsi daging anjing yang mati mendadak di Maurole.
Setelah mengkonsumsi daging tersebut beberapa warga menderita sakit dan langsung dilarikan ke Puskesmas Maurole dan satu orang meninggal setelah mendapatkan perawatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Aries Dwi Lestari dihubungi Florespos.net, sejak kejadian itu baru menjawab pada Minggu (1/10/2023) karena baru mendapatkan data hasil penyelidikan epidemiologi terhadap kasus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Ende mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari Puskesmas Maurole tim dari Dinkes Ende langsung turun ke lapangan melakukan penyelidikan epidemiologi.
Setelah melakukan penyelidikan Dinkes Ende mengeluarkan surat penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan untuk wilayah Maurole.
Kasus itu terjadi di Borokapa, RT 18, RW 9, Dusun Maurole IV, Desa Maurole Kecamatan Maurole.
Secara keseluruhan ada 17 korban, 16 orang dirawat dan satu orang meninggal dunia. Korban dilarikan ke Puskesmas Maurole dengan gejala yang berbeda diantaranya ada 11 orang sakit perut, 8 orang mual dan muntah, 8 orang diare dan menceret, 1 orang kesadaran menurun, 3 orang panas demam tinggi dan 3 orang lemas.
Dokter Aries mengatakan, dugaan keracunan pangan itu karena daging anjing mati yang diolah dengan cara dibakar dicampur jeruk nipis dan lombok lalu dimakan.
Berdasarkan data-data tersebut dan hasil analisa epidemiologi, maka ditetapkan keadaan kejadian luar biasa keracunan pangan.
Untuk saat ini Dinkes Ende sudah mengirim tinja korban untuk diperiksa di Kupang dan terus memantau korban.
“Sementara tinja korban kami kirim kan ke labkesda propinsi untuk diperiksa, sambil kita pantau terus semoga tidak ada korban lagi. Karena mau kirim daging anjingnya sudah tidak ada lagi,” kata dr Aries Dwi Lestari.
Seorang bocah berusia 9 tahun warga Kampung Borokapa, Kecamatan Maurole meninggal dunia setelah konsumsi daging anjing, Jumat (22/9/2023) lalu.
Bocah yang diketahui bernama Veronika Putri Oka itu meninggal setelah konsumsi atau makan daging anjing.
Ia muntah berak selama dua hari dan dilarikan oleh keluarga ke Puskesmas Maurole lalu meninggal pada Minggu (24/9/2023).
Seperti informasi yang disampaikan oleh Kepala Puskesmas Maurole, Yanty Londa di grup Whatsapp dua hari lalu, bocah Veronika bersama beberapa warga dikampungnya makan daging anjing yang mati mendadak.
Veronika diduga keracunan setelah makan daging anjing yang mati mendadak tersebut.*
Penulis: Willy Aran/Editor: Anton Harus










