MBAY, FLORESPOS.net-Pedro Dihe, kini sukses menjankankan usaha pertaniannya di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi sesama warga petani.
Pedro merupakan anggota kelompok pendampingan Pandawa Agri Indonesia (PAI) dari kelompok tani “sejahtera bersama”.
Pedro kini merasakan manfaat bergabung dengan Pandawa Agri dengan merasakan peningkatan hasil pertanian hingga 93% .
Sebelumnya, di masa tanam (MT) pertama dengan luas 0,5 hektare Pedro berhasil medapatkan hasil gabah kering panen (GKP) sebanyak 30 karung.
Sedangkan di masa tanam (MT) kedua Pedro berhasil mendapatkan gabah kering panen (GKP) sebanyak 58 karung atau dalam presentasenya meningkat hingga 93%.
“Pencapaian ini saya dinikmati, atas kolaborasi bersama PAI serta dedikasi dan komitmen yang tinggi terhadap teknik pertanian berkelanjutan,” kata Pedro Dihe, Senin (18/9/2023) pagi.
Pedro mengatakan, jika upaya pendampingan oleh PAI sangat membantunya meningkatkan produktivitas termasuk di dalamnya peningkatan penghasilan dari kegiatan pertanian.
Bentuk kolaborasi yang intens serta arahan praktik pertanian baik yang dilakukan oleh PAI sangat memengaruhi peningkatan produktivitas pertaniannya.
Selain itu, upaya lain yang juga dirasakan oleh seluruh petani dampingan PAI termasuk Pedro Dihe ialah keterlibatan Pandawa Agri Indonesia (PAI) dalam proses kegiatan bertani.
Diawali dengan permodalan yang difasilitasi oleh Pandawa Agri Indonesia dengan menggandeng Rabo Foundation (RF) guna memberi modal berupa barang dan jasa maupun uang tunai operasional untuk para petani.
Selanjutnya ada pula pendampingan budidaya yang mana para anggota Pandawa Agri Indonesia secara rutin akan melakukan pengecekan.
Mereka juga memberi arahan kepada petani terkait waktu yang tepat untuk pengaplikasian pupuk/obat serta langkah yang tepat dalam menerapkan praktik pertanian yang baik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas petani.

Tidak berhenti disitu saja, pasca panen Pandawa Agri Indonesia akan menyerap semua beras para petani dampingan, sesuai dengan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak.
Sehingga, harapannya petani tidak perlu takut jika beras yang telah dihasilkan sulit untuk dipasarkan.
Menariknya, tidak hanya kebutuhan petani dalam kegiatan bertani yang difasilitasi oleh Pandawa Agri Indonesia, melainkan mengandeng badan Asuransi Sentral Asia (ACA) untuk mengantisipasi jika para petani mengalami gagal panen akibat serangan hama, cuaca, maupun perubahan iklim dan lain sebagainya.
Sehingga semua kemungkinan buruk yang berpotensi memengaruhi penurunan produktivitas kegiatan bertani dan potensi kerugian yang akan dirasakan petani telah dipersiapkan dengan baik oleh Pandawa Agri Indonesia.
Untuk itu, ke depannya agar dapat terus berkontribusi kepada para petani kecil dan dapat membantu mereka meningkatkan produktivitas kegiatan pertanian, Pandawa Agri Indonesia akan lebih selektif memilih petani yang akan bergabung bersama tim dampingan dari Pandawa Agri Indonesia.
Sebab, segala keberhasilan yang diharapkan dapat diraih jika masing-masing pihak memiliki komitmen serta ketekunan yang sama untuk mencapai tujuan bersama.
Pedro Dihe sebagai contoh nyata dari bentuk ketekunan dan komitmen yang tinggi serta sepenuhnya mengikuti arahan yang dberikan sehingga ia mampu meningkatkan produktivitasnya sebagai petani hingga 93%.
Harapannya, Pedro Dihe dapat menjadi inspirasi bagi para petani kecil lainnya untuk bisa bersama-sama meningkatkan produktivitas dari kegiatan pertanian guna menjadi petani yang sukses dan sejahtera. *
Penulis: Arkadius Togo/Editor: Anton Harus










