Kebakaran Lahan Mulai Terjadi di Manggarai - FloresPos Net

Kebakaran Lahan Mulai Terjadi di Manggarai

- Jurnalis

Rabu, 13 September 2023 - 14:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Kebakaran kawasan sekitar lahan mulai terjadi di Kabupaten Manggarai, NTT pada musim kemarau dengan lokasinya di Kecamatan Langke Rembong beberapa waktu terakhir ini.

Kasus kebakaran kawasan sekitar kebun dan pinggir hutan tercatat tiga kali, yakni berlokasi di Pong Ara, Kelurahan Pitak dan Lingko Ndaong, Kelurahan Rowang, Selasa (12/9/2023). Dan, satu kejadian lagi sebelumnya.

Menurut Kasat Pol PP dan Damkar Manggarai Aldy Tjangkung melalui Sekretarisnya Lexi Harimin yang dihubungi wartawan, Kamis (13/9/2023), dua lokasi kebakaran terbaru berada pada area kebun masyarakat.

“Warga bakar rerumputan dan belukar di  kebun. Api lalu menjalar ke kawasan sekitarnya. Kalau tidak cepat ditangani, urusannya bisa repot,” katanya.

Titik kebakaran di Kelurahan Rowang menjadi perhatian serius karena berdekatan dengan kawasan hutan konservasi, TWA Ruteng.

Kebakaran yang lebih luas, demikian Lexi Harimin, untuk sementara bisa dicegah. Begitu mendapat laporan dari masyarakat, personel dari Satpol PP dan Damkar langsung bergerak ke lokasi.

Baca Juga :  Menteri Pendidikan RI Ingatkan Para Guru di Manggarai Soal Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

Tentu, petugas turun bersama sarana prasarana yang ada. Yang bisa dipadamkan menggunakan air dari mobil Damkar tentu tidak ada soal.

Yang menjadi soal kalau jauh titiknya, maka pemadaman pasti dilakukan secara manual agar api tidak meluas.

Sekretaris Lexi Harimin mengatakan, dalam penanganan terbaru, personel yang turun ke lokasi dipimpin Kabid Damkar Ardianus Andi Sombuk. Timnya  berjumlah 15 orang.

“Tim ini bersama warga lakukan pelbagai upaya agar api tidak terus meluas. Kobaran api berhasil dipadamkan,” katanya.

Kepada publik, Sekretaris Lexi Harimin mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika menyalakan api di kebun atau pinggir hutan atau hutan guna mencegah terjadinya kebakaran.

Lalu, dalam musim kemarau seperti sekarang ini agar pembakaran baik di kebun, sekitar rumah, halaman atau maupun area terbuka dan apalagi di hutan tidak asal dilakukan mengingat risikonya yang besar jika apinya menjalar ke mana-mana.

Baca Juga :  Produksi Padi Satar Mese Manggarai Tembus 9 Ton

Dan, semua harus bekerja sama agar tidak melakukan hal-hal yang memicu dalam upaya antisipasi agar tidak terjadi kebakaran.

Sebelumnya warga Kota Ruteng, Domi Maan mengatakan, perlu memang imbauan terbuka agar siapapun hati-hati menyalakan api pada musim kemarau. Karena lengah sedikit bisa berakibat buruk.

“Puntung rokok saja bisa hasilkan api bisa dibuang ke semak-semak kering. Apalagi, kalau sengaja bakar rerumputan dalam kebun,” katanya.

Bakar kebun, lanjut Domi, tidak bisa asal dilakukan. Pastikan bahwa area sekitar tidak terkena lidah api. Maka sebelum dibakar, area kebun dan sekitarnya harus dibersihkan dahulu dari rerumputan, belukar, kayu atau apapun yang mudah terbakar. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah
SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:21 WITA

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Berita Terbaru