Harga Mete Awal Panen Dipatok Rp14.000 per Kilogram - FloresPos Net

Harga Mete Awal Panen Dipatok Rp14.000 per Kilogram

- Jurnalis

Minggu, 13 Agustus 2023 - 11:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Komoditas mete sebagai primadona  para petani di Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT, di awal panen tahun 2023 dipatok pengusaha mete dengan harga Rp14.000/Kg.

Informasi harga pasaran lokal mete  diterima Florespos.net, Minggu (13/8/2023) dari sejumlah pengepul (pembeli/penimbun tangan pertama) menyebutkan, penetapan harga gelondongan mete pada awal panen tahun ini terbilang sedikit lebih mahal dibanding awal panen tahun 2022 berlaku Rp10.000/Kg.

“Harga mete gelondongan sebagai komoditas ekspor pada awal panen bulan Juli-Agustus 2023 berlaku cukup pantas. Patokan harga ditetapkan oleh pengusaha (pemodal) besar di Larantuka yang setiap tahun pada masa panen  membeli mete dari tangan para pengepul,” ungkap Gabriel Manis Keban pengepul mete yang berdomisili dan saban tahun membeli mete di wilayah barat Pulau Solor.

Manis mengakui walau harga berlaku mete awal panen dipatok cukup pantas dan menghibur petani, namun produksi komoditas ekspor unggulan Kabupaten Flotim itu masih sangat terbatas.

Para petani masih sedang mengumpulkan panenan mereka. Bahkan ada petani mengaku baru akan menjual mete gelondongan ketika sudah dikumpulkan dalam jumlah banyak.

Baca Juga :  Berdiri 1953, Gedung SDK Rewas di Manggarai Barat Rusak Parah

“Panenan awal tahun ini masih terbatas karena tanaman mete sedang berbunga dan berbuah. Dengan kondisi curah hujan yang cukup dalam musim tanam 2022/2023, mudah-mudahan para petani mendapatkan hasil panenan mete yang banyak dan bermutu bagus. Petani diharap menjaga kualitas biji mete sehingga harga tetap berlaku mahal sampai akhir masa panen,” harap Manis yang mengaku sudah belasan tahun mengepul mete di Solor itu.

Selain komoditas mete, pada awal panenan tahun 2023 para petani Solor, juga sudah mulai menjual hasil hutan berupa asam.

Manis menyebutkan harga asam biji berlaku  Rp4.000/Kg dan asam bersih tanpa biji dibeli pengusaha Rp8.000/Kg.

Siprianus Pusi Niron petani di Solor dalam perbincangan dengan wartawan media ini,  meminta para petani mete dan komoditas lain di wilayah Flotim senantiasa kompak pertahankan harga jual hasil pertanian dan perkebunan.

Pusi berpendapat mestinya seluruh petani di Flotim tetap kompak dengan harga berlaku untuk setiap jenis komoditas hasil pertaniannya. Penetapan harga komoditas semestinya datang dari para petani, bukannya oleh pengusaha.

Baca Juga :  Pemda Ngada Komit Dorong Penguatan Peran Koperasi

Jika para petani satu hati tetapkan harga berlaku komoditasnya, maka pengusaha yang membeli pasti menurut saja, karena dia butuh barang.

Contohnya kalau harga mete gelondongan berlaku awal panen Rp10.000/Kg maka penetapan harga ini wajib berlaku sampai akhir panen.

Fakta harga komoditas yang berlaku dinilai sangat bertentangan dengan praktik pasar tradisional di Flotim selama ini. Kaum petani yang terdesak kebutuhan finansial begitu muda menurut harga berlaku yang dipatok pengusaha. Pemberlakuan harga sepihak maka petani kita terus dipermainkan oleh oknum pengusaha atau tengkulak yang bukannya sebagai pemilik komoditas.

“Harga berlaku mete dan hasil pertanian lain setiap tahun berjalan naik turun menurut maunya pengusaha. Oknum pengusaha dengan berbagai alasan, hanya menghibur petani di awal panen dengan tetapkan harga beli agak layak, lantas secara perlahan harga terus hancur hingga akhir masa panen,” pungkas Pusi. *

Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup
Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)
OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II
Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026
Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Berita ini 510 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:37 WITA

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup

Senin, 27 Juli 2026 - 11:16 WITA

Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WITA

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49 WITA

Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA