LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Lomba Inovasi Daerah Tahun 2023.
BP4D Flores Timur membuka pendaftaran sejak Februari 2023 dan seharusnya ditutup 30 Agustus 2023. Namun pertimbangan waktu dan lomba ini dilaksanakan tiap tahun, maka penutupan dipercepat 31 Juli 2023.
Sampai berita ini diturunkan, Senin (7/8/2023) malam, sedikitnya ada 20 inovasi terdiri dari kategori perangkat daerah, kategori pendidikan dan kategori masyarakat yang diusulkan inovator dan masuk penilaian Tim Penilai Lomba Inovasi Daerah Flores Timur tahun 2023 tersebut.
Adapun inovasi yang diusulkan. Kategori Perangkat Daerah; inovasi Kris Bel dari Kelurahan Balela diusulkan Lurah Balela, Yohanes Eka Putra Lamuri, inovasi Bappeda dari Kecamatan Lewolema diusulkan oleh Elias Sayang Hala.
Seterusnya, inovasi Laskar Pemantau Jentik dari Puskesmas Nagi diusulkan oleh Dionisius D. Y. Mahing, inovasi KB Mobile dari Puskesmas Nagi diusulkan oleh Maria Yakoba Eliriani.
Inovasi Juri Gizi dari Kelurahan Ritaebang diusulkan Camat Solor Barat, inovasi Inspeksi Kesehatan Lingkungan Rumah dan STBM Berbasis Online dari Puskesmas Nagi diusulkan oleh Eduardus Viktus Kledo Larantukan.
Kategori Pendidikan; inovasi Refleksi Pembelajaran Model 4F diusulkan oleh Valentinus Bala Kwaton, inovasi Simpul Inspirasi Kreasi Nusantara/Sinkron diusulkan oleh Agnes Da Noa.
Kategori Masyarakat; Pengembangan Pertanian Terpadu Jagung Di Tengah Ancaman Nyata Perubahan Iklim untuk Ketahanan Pangan dan Pakan dari Desa Tenawahang diusulkan oleh Bernadus Belawa Sogen, inovasi Program Revolusi Pertanian dari Desa Gekeng Deran diusulkan oleh Fidelis Notan Tukan.
Seterusnya, inovasi Program Pipanisasi Air Bersih untuk Masyarakat diusulkan oleh Bernadus Jana Hurint, inovasi Minuman Herbal Serei dan Bunga Telang dari Konga diusulkan oleh Totok Purwanto, inovasi Pemanfaatan Singkong dari Desa Tuwagoetobi diusulkan oleh Oktovianus Bali.
Inovasi Gebrak Wastaki dari Desa Watobaya diusulkan oleh Yohanes Tupen, inovasi Kampung Creative dari Pledo diusulkan oleh Yose Finus, inovasi Madu Hutan Flores Timur dari Leraboleng diusulkan oleh Emanuel Serodi Kelen.
Inovasi Tabila dari Desa Nelelamadike diusulkan oleh Pius Pedang Melai, inovasi Pupuk Organik Cair Bio-Sari dari Desa Watotutu diusul oleh Yosef Kia Waton, inovasi Pasar Barter di Serikat Pekka Lodan Doe dari Klubagolit diusul oleh Maria Abon Boli, dan inovasi Teras Baca Ile Napo dari Solor diusul oleh Yohanes Dionisius Dani.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Kabid Litbang) pada BP4D Flotim, Leoni Deran Ola, SE kepada Florespos.net mengatakan, inovasi yang masuk atau ikut lomba tahun 2023 ini meningkat dari tahun 2022 lalu.
“Tahun ini awalnya 18 inovasi dan ada tambahan 2 inovasi lagi yang masuk jadi seluruhnya 20 inovasi. Tahun lalu, 14 inovasi yang ikut lomba. Semoga setiap tahun meningkat dalam partisipasi dan inovasinya kian maju,” katanya.
Leny mengatakan, saat ini proposal usulan inovasi yang masuk, sudah dan sedang digodok Tim Penilai. Selain penilaian proposal, Tim Penilai juga akan menguji melalui presentasi atau wawancara dan uji petik lapangan.
Kata Leny, Tim Penilaian terdiri dari unsur akademisi, birokarasi, lembaga swadaya masyarakat, media masa dan BP4D Kabupaten Flores Timur. *
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










