Mantan Kadis PKO Heri Sales Polisikan Operator TPG Iswadi ke Polres Sikka - FloresPos Net

Mantan Kadis PKO Heri Sales Polisikan Operator TPG Iswadi ke Polres Sikka

- Jurnalis

Senin, 24 Juli 2023 - 19:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Mantan Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT, Yosef Heriyanto Vandiron Sales melaporkan operator dana Tunjangan Profesi Guru (TPG), Iswadi di Polres Sikka, Senin (24/7/2023) petang.

Operator dana TPG Dinas PKO Sikka dilaporkan atas dugaan menyebarkan berita bohong yang menyebutkan pernah menyerahkan uang sebanyak dua kali kepada mantan Kadis PKO Sikka, Heri Sales beberapa waktu lalu.

Pantauan Florespos.net, Senin (24/7/2023) petang, saat melapor mantan Kadis PKO Heri Sales didampingi keluarga, pengacara Marianus Laka, S.H. dan Falentinus Pogon, S.H.

Setiba di Mapolres Sikka, dua pengacara dan mantan Kadis Heri Sales langsung menuju ruangn Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Sementara beberapa keluarga menunggu dan berada di depan halaman Mapolres Sikka.

Heri Sales melalui Pengacara Marianus Laka didampingi Falentinus Pogon menjelaskan, kedatangan mereka untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik dan undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE) terkait dana Sertifikasi Guru oleh operator TPG Dinas PKO Sikka atas nama Iswadi.

Menurut Marianus Laka, operator dana TPG Dinas PKO Sikka itu menyebarkan berita bohong yang menyebutkan bahwa ia pernah menyerahkan uang sebanyak dua kali kepada mantan Kadis PKO Sikka, Heri Sales, namun hal itu tidak benar.

“Kasus 310, pencemaran nama baik dan undang-undang ITE, Dia buat live streaming, buat pernyataan di video dan lain sebagainya yang menyebarkan berita bohong bahwa dia pernah menyerahkan uang dua kali kepada pak heri Sales mantan Kadis itu tidak benar,” katanya.

Sebelumnya, lanjut Marianus Laka, Operator TPG Dinas PKO, Iswadi sudah pernah membuat surat pernyataan pada tanggal 12 Mei 2023 yang menerangkan bahwa dirinya menggunakan uang yang bersumber TPG tahap I Triwulan I untuk tahun 2023 sebanyak Rp 642.195.226 untuk keperluan pribadinya.

Namun pada saat demo guru-guru di Dinas PKO, lanjutnya, Operator Dinas PKO Kabupaten Sikka itu mengatakan bahwa ia pernah menyerahkan uang sebanyak dua kali kepada mantan Kadis PKO Sikka Heri Sales.

“Ini pernyataan mana yang benar, menurut kami, pernyataan kedua adalah fitnah dan berita bohong, karena pernyataan pertama itu sah. Pernyataan kedua itu yang tidak benar, pernyataan pertama itu kan dia mengaku dia yang tilep,” kata Marianus.

Marianus menggarisbawahi, bahwa tidak ada bukti-bukti bahwa Operator TPG Dinas PKO, Iswadi menyerahkan uang sebanyak dua kali kepada mantan Kadis PKO Heri Sales.

“Katanya dia serahkan uang di  rumah, kita tanya ada siapa-siapa di rumah dia juga tidak tau, Kuitansi juga tidak ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Siswa SMPK Frateran Maumere Senang Dapat Makan Bergizi Gratis

Dikatakannya, karena kasus dugaan penyelewengan dana TPG tahap I Triwulan I tahun 2023 dalam proses penyidikan di tingkat Kejaksaan dan Polres Sikka maka dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengaduan masyarakat langsung ke meja Kapolres Sikka.

“Karena  kasus ini sementara dalam proses penyidikan di tingkat kejaksaan dan Polres Sikka maka, kami disarankan untuk melakukan pengaduan masyarakat langsung ke meja Kapolres Sikka dalam waktu dekat,” katanya.

Dukung Proses Hukum

Sebelumnya, mantan Kadis PKO Sikka Heri Sales mendukung proses hukum kasus dana sertifikasi guru senilai Rp642 juta agar terang benderang siapa yang melakukan penyelewengan dimaksud.

“Saya mendukung proses hukum untuk mengusut dana sertifikasi guru senilai Rp600 juta lebih itu,” kata Heri Sales Florespos.net dan Kompas.Com di Ruang Kerja Kadis Lingkungan Hidup, Kamis (20/7/2023).

Pernyataan itu dipertegas lagi melalui pesan WhatsApp (WA) yang ditujukan ke Florespos.net, Jumat (21/7/2023).

Heri Sales diwawancarai untuk memastikan informasi terkait dugaan dana sertfikasi guru senilai Rp 642 juta yang diduga disunat oleh oknum di Dinas PKO Sikka.

Heri Sales mengakui ia sudah menyiapkan segala data terkait dana Rp642 juta itu, serta langkah-langkah konkret yang dilakukannya supaya permasalahan dana sertifikasi guru itu menjadi terang benderang.

“Bahkan saya sudah menyiapkan data untuk menjelaskan soal dana itu kalau ada perwakilan guru yang melakukan aksi demo jadi berdialog dengan saya di Kantor DLH. Saya sudah siap untuk bertemu para guru. Tapi saya sangat sesalkan karena agenda pertemuan tidak dilaksanakan,” katanya.

Heri Sales bahkan mengakui pihaknya telah menyampaikan sejumlah fakta terkait dana sertifisikasi guru itu kepada aparat penegak hukum (APH) dan kepada Bupati Sikka beberapa waktu lalu.

“Saya sudah sampaikan semua data terkait dana sertifikasi guru ini kepada APH dan kepada Bapak Bupati Sikka,” katanya.

Heri Sales juga memperlihatkan sejumlah data terkait upaya yang dilakukannya untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dana sertifikasi di antaranya dengan memutasikan operator dan salah satu staf yang mendapatkan pengaduan terkait pengelolaan dana sertifikasi guru, serta pelbagai upaya yang menerima pengaduan para guru, dan melakukan komukasi intens untuk menyelesaikan persoalan, baik dengan bendahara, dengan operator, dengan Kasubah Program, Kasubag Keuangan, dan Sekretaris Dinas PKO.

Salah satu upaya yang dilakukannya, lanjut Heri Sales, bagaimana sikap tegasnya menyusul adanya perubahan data kerugian yang semula dilaporkan hanya Rp 100 juta, dan tiba-tiba membengkak menjadi Rp600 juta lebih dengan mengkroscek data ke Bendahara, Operator, Sekretaris, dan para pihak lainnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sikka Apresiasi Pra Reuni Keluarga Besar Lamakera Seluruh Indonesia

“Saya simpan semua data terkait upaya-upaya yang sudah saya lakukan selama ini. Upaya yang saya lakukan untuk menyelamatkan uang sertifikasi para guru, termasuk untuk memutasikan operator,” katanya.

“Sebenarnya hak guru yang dipotong itu saya yang bongkar, itu karena setelah pengaduan dari para guru melalui chat WA, saya mulai lacak. Berdasarkan keterangan yang diberikan, saya lakukan pengecekan terhadap data yang diminta. Setelah cek, saya mendapat informasi dari bendahara Dinas PKO bahwa dia telah serahkan dana kepada Iswadi sebesar Rp 600 juta lebih,” kata Heri Sales.

Surat Pernyataan

Kadis PKO Heri Sales pada kesempatan ini mempelihatkan surat pernyataan yang dikonsepnya, dan isinya telah disetujui dan ditandatangani Operator Iswadi pada tanggal 12 Mei 2023.

Demikian isi surat pernyataan itu.

Saya bertanda tangan di bawah ini

Nama: Iswadi

Jabatan Staf Dinas PKO Kabupaten Sikka

Tugas:Admin/Operator Dana TKG dan TPG

Dengan ini menyatakan  bahwa saya telah menggunakan  uang Tunai dari Bendahara Pengeluaran  Dinas PKO Kabupaten Sikka sebesar Rp 642.159.226 dengan alasan untuk pemotongan pinjaman dari para guru  yang bersertifikat tahap I Tahun 2023 kepada KSP Nasari Maumere.

Namun uang tersebut saya gunakan untuk kepentingan pribadi saya sejumlah Rp642.159.226 dan saya bersedia mengembalikan dengan cara mencicil sampai dengan pelunasan di bulan Juli 2023 kepada Bendahara Pengeluaran Dinas PKO Kabupaten Sikka.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sungguh-sungguh sadar, tanpa pakasaan dari pihak mana pun dan dengan penuh tanggung jawab.

Surat pernyataan ini ditandangani Iswadi di atas meteri 10.000 tertanggal 12 Mei 2023.

Ini Keterangan Operator Iswadi

Sementara Operator Dinas PKO Kabupaten Sikka Iswadi kepada wartawan di Kantor Dinas PKO Kabupaten Sikka, Kamis (20/7/2023) menjelaskan pihaknya memberikan potongan dana sertifikat triwulan I 2023 sejumlah Rp642 juta kepada mantan Kadis PKO Heri Sales.

“Dana Rp642 juta itu dua kali saya serahkan ke Pak Heri Sales pertama Rp250 juta dan yang kedua Rp392 juta,” kata Iswadi.

Ia mengakui, dirinya mendapatkan dana sebesar Rp 52 juta dari total potongan dana sertifikasi Rp642 juta itu.

“Di saya ada Rp52 juta dan saya siap bertanggung jawab, sampai dip roses hukum pun saya siap,” kata Iswadi.

Iswadi mengaku siap bertanggung jawab sesuai surat pernyataan yang telah dibuatnya di depan Tim Pemeriksa di Kantor Bupati Sikka. Iswadi juga mengucapkan permintaan maafnya di depan ratusan guru yang hadir.*

Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Sikka Minta Masyarakat Segera Mengosongkan Area HGU Nangahale yang Ditempati Tanpa Dasar Hukum
Kantor Pertanahan Sikka Siap Sukseskan Redistribusi TORA Tanah Negara Eks HGU
Kunker ke Pulau Ende Kapolres Terima Laporan Soal Bom Ikan, Kades Aejeti Sebut Pelaku dari Luar
AKBP Yudhi Franata Bawa Ratusan Anggota Kunker ke Pulau Ende
Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat
BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga
Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WITA

Bupati Sikka Minta Masyarakat Segera Mengosongkan Area HGU Nangahale yang Ditempati Tanpa Dasar Hukum

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:45 WITA

Kantor Pertanahan Sikka Siap Sukseskan Redistribusi TORA Tanah Negara Eks HGU

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:03 WITA

Kunker ke Pulau Ende Kapolres Terima Laporan Soal Bom Ikan, Kades Aejeti Sebut Pelaku dari Luar

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:12 WITA

AKBP Yudhi Franata Bawa Ratusan Anggota Kunker ke Pulau Ende

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:28 WITA

BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga

Berita Terbaru

Nusa Bunga

AKBP Yudhi Franata Bawa Ratusan Anggota Kunker ke Pulau Ende

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:12 WITA