BORONG, FLORESPOS.net – Produksi Cengkih dalam tiga tahun terakhir di Manggarai Timur terus menurun. Dugaan sementara, turunnya produksi cengkih disebabkan anomali cuaca.
Sisilia Jehina, warga Desa Golo Wune, Kecamatan Lamba Leda Selatan menyampaikan hal itu kepada Florespos.net Senin, (17/7/2023).
Sisi mengatakan, tiga tahun terakhir produksi Cengkih terus menurun. Biasanya petani di Desa Golo Wune menghasilkan cengkih mencapai 500 kilogram bahkan lebih sekarang berkisar diangka ratusan bahkan hanya berkisar belasan kilogram.
Menurut Sisilia, pendapatan petani di desanya bersumber dari hasil pertanian kopi, cengkih, kakao namun tiga tahun terakhir hasil tidak memuaskan. Untuk membiayai kebutuhan rumah tangga, sekolah dan kebutuhan lainnya,para petani biasanya mencari pekerjaan sampingan.
Senada juga disampaikan Endy Santo. Keta Endy, pada tahun 2022 lalu curah hujan sangat tinggi sehingga berpengaruh pada buah cengkih. Satu pohon berusia lebih dari 15 tahun yang biasanya memproduksi hingga puluhan kilogram sekarang dalam satu pohon ada yang berbuah ada yang tidak berbuah sama sekali.
Masa panen cengkih sendiri pada bulan Juni hingga Agustus. Saat ini harga cengkih di pasaran 120.000 per kilogram. Harga sekarang sudah turun dari sebelumnya 130.000/kg.
Dia berharap pemerintah terus mengontrol harga cengkih, kopi, kakao, dan kemiri di pasaran supaya para pengepul tidak mempermainkan harga.*
Penulis:Albert Harianto/Editor:Anton Harus










