LABUAN BAJO, FLORESPOS.net Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan pemutakhiran basis data keluarga Indonesia di seluruh Mabar (PBDKI-M) 2023. Itu demi akurasi data penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Rafael Guntur, Kepala Dinas P2KB Mabar, Nusa Tenggara Timur (NTT) ungkapkan itu kepada. FloresPos.net di Labuan Bajo baru-baru ini. Guntur didampingi Eling, staf fungsional instansi bersangkutan, Dinas P2KB.
Diungkapkan, Dinas P2KB Mabar melakukan PBDKI-M di seluruh Mabar atas dasar Surat Edaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2023, melakukan Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia (PBDKI-23) di seluruh pelosok Negeri dengan mengerahkan kader pendata.
Pemutakhiran serentak dilakukan untuk meningkatkan akurasi data sehingga intervensi pemerintah dalam percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem bisa tepat kepada keluarga sasaran.
Program pemutakhiran ini menekankan tentang kebenaran dan validitas data. Dengan data yang valid maka pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi real masyarakat.
“Mari kita sukseskan PBDKI-23 dengan melengkapi, memperbaiki, memperbaharui, mencatat mutasi dan mendata keluarga baru yang belum ada dalam BDKI (Basis Data Keluarga Indonesia). Masyarakat diminta untuk memberikan data yang valid dan benar. Jutaan keluarga Indonesia telah terbantu dengan jawaban Anda,” ujar Kadis Guntur.
Pada kesempatan sama diperoleh data jumlah pelayanan peserta KB ulangan berdasarkan metode kontrasepsi di Mabar sampai Juni 2023 tercatat 7.318, terdiri dari Suntikan, Pil, Kondom, Implan, dan IUD.
Jumlah peserta KB aktif di Mabar (3=12 + 13) per Juni 2023, yang gunakan metode kontrasepsi moderen yakni 25.815, meliputi suntik 12412, pil 4697, kondom 79, implan 4201, UUD 2529, Vasetomi 13, Tubektomi 1640, Mal 8, total 25579 (12= (4-11), metode kontrasepsi tradisional 236.
Sedangkan jumlah peserta KB baru di Mabar berdasarkan metode kontrasepsi sampai Juni 2023 yakni 1197 (3=4-14), terdiri dari Suntikan, Pil, Kondom, Implan, IUD, Vasektomi, Tubertomi.
Kemudian jumlah pelayanan peserta KB ganti cara di Mabar berdasarkan metode kontrasepsi per Juni 2023 yakni sebanyak 865 (3=4-14), terdiri dari Suntikan, Pil, Kondom, Implan, IUD, Vasetomi, Tubertomi.
Sementara jumlah pasangan usia subur (PUS) di Mabar terkait kesertaan jaminan kesehatan- jaminan kesehatan Nasional (JKN)di Mabar hingga Juni 2023 sebanyak 37304, meliputi JKN- PBI 24074, JKN non PBI 4183, total 28257 (6=4+5), non JKN 257, tidak memiliki jaminan kesehatan 8790. *
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus











