LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Masyarakat Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, menginginkan pengelolaan air minum bersih setempat oleh Perusahan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling Mabar yang sebelumnya bernama Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling.
Keinginan itu antara lain karena pengalaman yang sudah-sudah air minum bantuan pemerintah dan ditangani masyarakat setempat sepertinya kurang maksimal hasilnya.
Demikian kata anggota DPRD Mabar, Bernadus Ambat kepada Florespos.net, di Labuan Bano belum lama ini.
Menurutnya, masalah air minum adalah isu yang selalu diangkat setiap kali bertemu dengan masyarakat, baik pada saat pertemuan reses maupun momen kunjungan lainnya.
Isu mengenai problem fasilitas air minum yang sulit, baik terkait fasilitas air minum yang sudah rusak maupun yang sama sekali belum dibangunkan sarana air bersih.
“Bahkan yang paling sulit adalah tentang pengelolaan dan pemeliharaan sarana air bersih yang sudah tersedia. Sedikit sekali masyarakat yang memiliki kepedulian untuk mengontrol dan memelihara sarana yang ada,“ kata Ambat.
Karena itu masyarakat mengharapkan pengelolaan air minum mulai dari kota sampai di desa diserah kepda PDAM, dan menerapkan retribusi bulanan.
Agar masyarakat memandang sarana air bersih itu bukan lagi sebagai barang bebas tetapi sebagai barang langka yang harus dijaga/dipelihara seluruh warga pemanfaat sarana supaya tetap terpelihara baik, kata Ambat. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










