Cara Pandang Baru - FloresPos Net

Cara Pandang Baru

- Jurnalis

Sabtu, 8 Juli 2023 - 11:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin, SVD

Saudara, Saudari, Sahabat dan Kenalan terkasih,

Hari ini Tuhan mengkritik cara pandang dan pola hidup para murid Yohanes Pembaptis yang bertanya soal puasa. Pertanyaan ini muncul setelah Yesus dan murid-murid-Nya makan perjamuan besar di rumah Matius, pemungut cukai. Rupanya mereka gusar dan iri. Memang di kalangan Yahudi, ada banyak aturan puasa dan hari raya keagamaan. Orang Farisi dan murid-murid Yohanes mengikuti aturan itu dengan ketat.

Orang Farisi dan para murid Yohanes  terjebak aturan sebagai kewajiban agama. Mereka abaikan makna puasa dalam relasi dengan Allah. Kewajiban agama tidak berdaya menyelamatkan tapi relasi dengan Tuhanlah jaminan kepastian itu.

Baca Juga :  Kepala Sekolah dan Pengawas SMA, SMK, dan SLB Manggarai Raya Keluarkan Unek-Unek di Hadapan Sekda NTT

Tuhan hadir untuk mengubah cara pandang dan pola hidup lama yang terikat dengan aturan dan adat. Tuhan adalah mempelai yang hadir membawa kebahagiaan dan keselamatan. Anggur dan kantong baru adalah lukisan wajah hukum baru yang dihadirkan Tuhan yaitu cintakasih.

Hukum kasih ini menghancurkan dominasi hukum lama yang membelenggu kebebasan manusia. Keselamatan adalah anugerah kasih Allah. Dia menghendaki kebahagiaan dan keselamatan.

Ajaran kasih sarat sukacita itu mesti disimpan dalam hati dan pola pikir baru. Kantong baru. Tawaran anggur sukacita Allah mesti diterima dan ditempatkan dalam hidup baru. Anggur baru: ajaran kasih Tuhan mesti  disimpan dalam kantong baru yaitu cara pandang dan pola hidup baru.

Baca Juga :  Jelang HUT Bhayangkara, Polres Manggarai Sampaikan Sejumlah Hal Penting ke Publik

Puasa mesti monolong kita menjadi baru dengan cara pandang Tuhan. Kita jadi lebih rendah hati, jujur melihat kelemahan, terbuka mengakui kerapuhan  dan bukan jadi angkuh lalu merasa diri paling suci dan benar. Kekudusan selalu berdimensi sosial.

Kita lebih mengasihi sesama terutama yang lemah, kecil dan terpinggirkan. Tuhan menghendaki agar hati kita diliputi kasih sehingga hadir damai dan keselamatan bagi sesama.

Salam sehat. Tuhan berkati!

Berita Terkait

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WITA

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Berita Terbaru