Produksi Kopi Terus Turun, Petani Diminta Tidak Gunakan Pestisida - FloresPos Net

Produksi Kopi Terus Turun, Petani Diminta Tidak Gunakan Pestisida

- Jurnalis

Kamis, 15 Juni 2023 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BORONG, FLORESPOS.net – Kegiatan Festival Kopi Lembah Colol tidak hanya menampilkan hiburan dan atraksi, tetapi juga dialog antara pemerintah dengan petani mengenai keberlangsungan kopi di masa depan. Salah satunya terkait penggunaan pupuk yang berlebihan.

Kegiatan dialog yang berlangsung di rumah Gendang Biting, Desa Ulu Wae, Lamba Leda Timur, Manggarai Timur, Rabu (14/6/2023) dihadiri Wakil Bupati Manggarai Timur Siprianus Habur, Ketua DPRD Matim ,Agus Tangkur, para pegiat kopi, pengusaha kopi dan para petani.

Menurut Wakil Bupati, Siprianus Habur penggunaan herbisida dan pestisida bisa mengurangi kualitas tanah. Saat ini petani lebih banyak menggunakan pestisida ketimbang membersihkan lahan secara gotong royong seperti yang dilakukan para orang tua dulu.

Baca Juga :  Kolaborasi BPOLBF-Garuda Indonesia Dorong Peningkatan Kunjungan Wisatawan Korsel Ke Labuan Bajo

Habur mengatakan, akibat petani malas tidak membersihkan lahan, 10 tahun ke depan generasi kita tidak lagi menikmati kopi.

“Harapan kepada orang mudah sekarang pengelola boleh secara modern tapi tidak boleh menggunakan pestisida untuk mengantikan pencabutan rumput,” katanya.

Demikian juga disampaikan Ketua DPRD Matim, Agus Tangkur. Agus  mengungkapkan  pola pertanian yang diterapkan selama ini keliru karena hutan alam diolah menjadi kebun.

Dua hal yang harus dilakukan oleh petani yakni bagaimana pertanian itu dibudidayakan sehingga keberlangsungan pangan lokal dapat terjamin.

Baca Juga :  Manggarai Barat dan Kementerian Kominfo "Gandeng" Tokoh Agama Atasi Stunting

“Yang berikut bagaimana forestri hutan dalam rangka ketersediaan pangan terutama komoditi kopi. Lahan kita dari hari ke hari tidak pernah bertambah, tapi penduduk kita terus bertambah”.

Agus mengatakan, letak persoalan masyarakat lembah Colol ada pada kekurangan lahan yang didukung oleh kurangnya pengetahuan. Dia pun berharap kepada pemerintah untuk melakukan intensifikasi namun tidak melupakann pola agronomi dan agroforestri.

Selain itu peremajaan kopi harus segera dilakukan agar tumbuh tunas baru sehingga hasil kopi kembali meningkat. *

Penulis: Albert Harianto/Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih
11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia
Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta
Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif
Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:18 WITA

Menteri Koperasi Paparkan Tiga Fungsi Utama Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:00 WITA

11.030 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Selesai Dibangun di Indonesia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:52 WITA

Presiden Minta Agar Koperasi Bisa Mengejar Ketertinggalan Dari BUMN dan Badan Usaha Swasta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:31 WITA

Gubernur Laka Lena Harap Koperasi di NTT Mulai Masuk ke Sektor Produktif

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA