RUTENG, FLORESPOS.net-Masalah jalan rusak yang menjadi keluhan publik di Kota Ruteng, Manggarai, NTT, tahun-tahun belakangan ini, kini mulai direspons Pemkab setempat.
Responsnya berupa perbaikan-perbaikan pada titik-titik yang rusak parah. Perbaikan titik yang rusak seperti terpantau wartawan, Rabu (14/6/2023) mencolok terlihat samping barat gedung DPRD Manggarai hingga kompleks SMK Sadar Wisata Ruteng.
Lalu, terlihat juga pengerjaan drainase pada jalur yang paling rusak parah di kompleks relay TVRI. Pengerjaan sedang dalam tempoh tinggi.
Dengan demikian, titik yang berlubang belum mulai disentuh mulai samping timur Gereja Katedral Lama menuju ke selatan. Karena itu, kendaraan tetap masih susah payah melewati jalur tersebut.
Di sekitar kompleks Puspas Keuskupan Ruteng terpampang papan proyek. Tertulis, biaya rehabilitasi periodik jalan Ruteng menuju Golo Cala, Kecamatan Satar Mese.
Sumber dana dari pinjaman daerah tahun 2023 dengan anggaran proyek sebesar Rp 4,9 miliar lebih.
Seorang warga Konggang, Damianus Don mengatakan, rusak jalan yang ada sudah lama, tetapi baru ditangani tahun ini. Warga nilai positif dengan apa yang dilakukan Pemkab Manggarai ini.
“Responsnya baru sekarang. Tidak apa-apa daripada tidak ada sama sekali,” katanya.
Dikatakan, titik-titik jalan yang rusak parah kiranya menjadi prioritas. Semua harus ditutup dengan aspal agar jalannya bagus.
Perbaikan yang dilakukan, demikian Damianus, tidak boleh seperti yang dilakukan sebelumnya. Ditambal semen, dalam hitungan hari kembali terbongkar dan hancur.
Warga lain, Rony Dae mengatakan, anggarannya yang ada cukup besar. Maka harapannya kerjanya harus berkualitas tinggi. Tidak asal kerja seperti terjadi tahun-tahun yang lalu.
“Ini kerja dalam kota. Jadi, mata semua orang pasti lihat seperti apa kerjanya. Saya minta kerjanya harus berkualitas,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus










