Manggarai Barat Kembangkan Apartemen Kepiting - FloresPos Net

Manggarai Barat Kembangkan Apartemen Kepiting

- Jurnalis

Rabu, 14 Juni 2023 - 12:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS. net -Istilah apartemen tak hanya untuk tempat tinggal buat manusia. Di dunia perikanan ternyata ada juga istilah serupa, khususnya tempat tinggal bagi kepiting.

Di Indonesia khususnya, Kepiting yang hidup dalam apartemen di antaranya di Terang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKP2) Mabar, Fatincy Reinilda, kepada media ini di Labuan Bajo baru-baru ini, membenarkan.

Namun untuk dapat rinciannya, Kadis Reinilda mengarahkan bertemu Sekretaris DKP2 Mabar,  Mangayung.

Menurut Mangayung, budidaya kepiting sistim apartemen beda dengan sistim biasa atau rumah biru karena kepiting hidup/piara dalam tambak. Sedangkan sistim apartemen, kepitingnya dibudaya/dipiara dalam kotak/boks khusus yang dibuat/dirancang seperti apartemen.

Baca Juga :  Kapolres Sikka Sambangi Korban Peluru Nyasar yang Dirawat di RSUD Maumere

Mangayung yang didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan P2HP, ungkapkan, budidaya kepiting secara sistim apartemen baru 1 kelompok, 14 orang anggota. Di Mabar kepiting apartemen tergolong baru, umur kelompok ini sekitar 1 tahun, hasil mulai panen, lokasinya di Terang Kecamatan Boleng.

Kepiting yang dibudidaya dalam tambak tingkat kematiannya/mortalitas tinggi. Sedangkan sistim apartemen kebalikan.

Kepiting apartemen berbadan besar/gede, jari-jari jatuh sendiri (mutilasi9. Bentuk tubuh baik, perlakuan bagus karena langsung digoreng kalau mau dikonsumsi  dan makan sekali dengan cangkangnya karena lunak.

Baca Juga :  Warga Translok Nggorang Manggarai Barat Minta Jaminan Pemerintah Tertibkan Ternak

“Berbeda dengan kepiting biasa ataupun udang. Apabila hendak dikonsumsi harus terlebih dahulu keluarkan kulit/jari-jaringnya,” kata Mangayung.

Setiawan menambahkan, minat budidaya kepiting masyarakat Mabar cukup tinggi, termasuk di Terang.

Pasaran kepiting biasa Rp.70-80 ribu per kilogram (kg), bahkan hingga Rp.120 ribu/kg. Dan harga kepiting apartemen yakni Rp.150 ribu/kg sampai Rp.200 ribu/kg.

Budidaya kepiting apartemen di Mabar baru dikembangkan sekitar setahun terakhir, yaitu 1 kelompok masyarakat di Terang Kecamatan Boleng. Kelompok ini baru saja meminta pendampingan DKP2 Mabar, sebelumnya ditangani satu Yayasan asal Jakarta dan berjalan baik, bagus, tutup Setiawan. *

Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan
Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:47 WITA

182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong

Senin, 28 September 2026 - 13:42 WITA

Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan

Senin, 28 September 2026 - 13:39 WITA

Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Berita Terbaru

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA

Opini

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Senin, 28 Sep 2026 - 11:36 WITA