Julie Laiskodat Dorong Penggunaan Pupuk Organik Demi Mengurangi Pupik Kimia - FloresPos Net

Julie Laiskodat Dorong Penggunaan Pupuk Organik Demi Mengurangi Pupik Kimia

- Jurnalis

Sabtu, 18 November 2023 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Anggota Komisi IV DPR-RI Julie Sutrisno Laiskodat mendorong para petani, termasuk di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, supaya terus menggunakan pupuk organik demi mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Julie Laiskodat menyampaikan itu ketika membuka Bimbingan Teknik (Bimtek) Sarana-Prasarana Pertanian Mabar terkait program Unit Pengelola Pupuk Organik (UPPO), bertempat di Green Prundi Hotel Labuan Bajo Mabar, Sabtu (18/11/2023).

Kegiatan ini konon kerja sama antara Dirjen PSP Kementerian Pertanian RI dengan DPR-RI (Komisi IV).

Komisi IV di antaranya membawai Pertanian, Perkebunan, Peternakan Kelautan, kehutanan dan lingkungan hidup.

Sedangkan Julie Laiskodat adalah anggota DPR-RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I yang mencakupi Alor, Lembata, dan Flores termasuk Mabar.

Menurut Julie Laiskodat, salah satu isu penting di dunia Pertanian selama ini adalah pupuk, disamping air, dan bibit.

Belakangan bicara pupuk, kata Julie Laiskodat, terus disuarakan petani dan lain-lain. Di antaranya oleh karena harga mahal dan juga ketersediannya langka. Atas itu pemerintah membantu petani dengan pupuk kimia bersubsidi. Namun anggaran negara terbatas. Sehingga bantuannya terbatas, tidak 100 persen.

Solusi untuk atasi soal satu itu ada UPPO. Dana aspirasi/ pokok pikiran (Pokir) DPR masuk di UPPO yang bekerja sama dengan pemerintah yaitu Kementerian Pertanian.

Baca Juga :  Dinas Peternakan Manggarai Barat Cerahkan Masyarakat Pantang Menyerah Kepada ASF

Dari Pokir tersebut, khusus darinya, kata Julie Sutrisno Laiskodat, terkait program UPPO dimaksud, anggaran per kelompok tani (poktan) yakni sebesar Rp. 200 juta, tidak terkecuali di Mabar.

Masih Julie Laiskodat, penggunaan pupuk organik baik untuk kesehatan bagi yang mengkonsumsi pangan yang menggunakan pupuk orgnik. Unsur tertentu dalam tanah (unsur hara) juga tidak rusak.

Namun kalau sering gunakan pupuk kimia, terkesan sepertinya kurang baik buat kesehatan bagi yang rutin mengkonsumsi pangan yang menggunakan pupuk kimia.

Karena itu petani sebiknya terus menggunakan pupuk organik. Solusi menuju ke sana di antaranya melalu UPPO.

Petani adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Semua butuh makan seperti nasi, sayur dan berbagi sumber pangan lain yang dihasilkan oleh petani.

“Tanpa petani, mati kami yang di kota, karena petani yang menghasilkan beras/ padi, sayur, tomat, daging dan lain- lain, ” kata Julie Laiskodat.

Penduduk NTT, masih dia, sebagian besarnya adalah petani, termasuk di Mabar, kata Julie Sutrisno Laiskodat.

Pangsa pasar hasil pertanian otomatis ada, termasuk bagi petani yang menggunakan pupuk organik. Apalagi di Labuan Bajo ibu kota Mabar.

Baca Juga :  Uskup Maumere dan Julie Laiskodat Panen Ikan Nila di Kolam Area Lepo Bispu

Pasalnya di Labuan Bajo banyak hotel dan restoran elit. Pertemuan-pertemuan internasional sering digelar di ibu kota Mabar itu seperti ASEAN SUMMIT beberapa waktu lalu. Pangan yang dibutuhkan tentu yang menggunakan pupuk organik, kata Julie Laiskodat.

Pada kesempatan sama nada serupa diungkapkan Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Mabar, Idilar.

Dia menambahkan Ibu Julie Sutrisno Laiskodat selama ini terus dan terus memberi bantuan sarana prasarana pertanian melalui dana pokir/aspirasi.

Pertanian, kata dia, ada di tangan petani. Ketahanan pangan juga ada di petani. Karena itu manfaatkan sunggu-sunggu waktu Bimtek UPPO ini. Teruslah berjuang, ujar Idilar.

Terkait UPPO, per kelompok mendapatkan Rp. 200 juta. Komponen belanja dari Rp. 200 juta tersebut meliputi pembelian sapi 8 ekor, pembuatan rumah kompos, pengadaan kendaraan roda 3 untuk mengangkut bahan baku kompos, dan pengadaan alat pencaca kompos.

Total Poktan di Mabar yang terlibat program UPPO ada 7 dan yang mengikuti Bimtek kali ini ada 4, lainnya sudah ikut sebelumnya. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Paroki San Juan Lebao Tengah Genap 74 Tahun, RD. Josef da Silva Resmi Jadi Pastor Paroki
Sambut Hari Bhayangkara, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis dan Home Visit bagi Lansia
Wabup Manggarai Timur Buka Kegiatan Telaah Sejawat
Memprihatinkan, Kondisi Dua Gedung Pemerintah di Labuan Bajo, Nurdin: Tata Ulang Ruko Pemda
Alfian, Sarjana INF yang Memilih Tanah, Ketua DPRD NTT: Jangan Gengsi Bertani
DPRD NTT Setujui, Jembatan Pomakeke Nagekeo Akan Dibangun dengan Dana Rp9 Miliar Lebih
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:25 WITA

Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:21 WITA

Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:53 WITA

Paroki San Juan Lebao Tengah Genap 74 Tahun, RD. Josef da Silva Resmi Jadi Pastor Paroki

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:46 WITA

Sambut Hari Bhayangkara, Polres Ende Gelar Pengobatan Gratis dan Home Visit bagi Lansia

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:10 WITA

Wabup Manggarai Timur Buka Kegiatan Telaah Sejawat

Berita Terbaru