14 Hari Pasca Digigit Anjing Rabies, Warga Kangae Meninggal Dunia - FloresPos Net

14 Hari Pasca Digigit Anjing Rabies, Warga Kangae Meninggal Dunia

- Jurnalis

Senin, 8 Mei 2023 - 21:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Rabies kembali memakan korban jiwa. Kali ini, korbannya seorang anak berusia 4 tahun 11 bulan asal Desa Habi, Kecamatan  Kangae, Kabupaten Sikka meninggal di RSUD Maumere, Senin (8/5/2023).

Anak berusia 4 tahun 11 bulan dikabarkan meninggal dunia pasca-14 hari setelah digigit anjing rabies di wajahnya pada 24 April 2023 lalu.

Spesialis Penyakit Dalam RSUD Maumere, dr. Asep Purnama, Sp.PD dalam rilis yang diterima Florespos.net, Senin siang mengatakan, korban digigit anjing pada wajahnya pada 24 April 2023.

“Anjing yang menggigit akhirnya dikirim otaknya ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar. Hasil pemeriksaan menunjukkan positif rabies,” kata Dokter Asep, yang juga Sekretaris Komite Rabies Flores-Lembata.

Cakupan Vaksin Rendah

Dokter Asep menjelaskan, sejak pandemi Covid-19, cakupan imunisasi rabies untuk anjing (Hewan Penular Rabies) di Flores-Lembata sangat rendah.

“Ketersediaan vaksin rabies sangat terbatas. Tingginya anjing yang tertular rabies di Kabupaten Sikka (dan Flores-Lembata pada umumnya) perlu mendapatkan solusi segera,” katanya.

Baca Juga :  Wisata Literasi, SDIT Rabbani Akan Kunjungi Kantor Bupati, Toko Buku Gramedia dan Perpustakaan Daerah

“Jika tidak, maka korban manusia meninggal karena rabies akan terus bertambah. Biarlah balita asal Kangae itu menjadi korban terakhir, dan bahkan menjadi martir yang menggugah kita semua untuk terbangun dan bersatu padu mengusir virus rabies dari Kabupaten Sikka khususnya, dan pulau Flores pada umumya,” kata Dokter Asep.

Apa yang harus kita lakukan?

Dokter Asep mengingatkan warga segera melakukan dua hal berikut atasi rabies.

Pertama, segera tingkatkan cakupan vaksinasi anjing (HPR). Minimal di atas 70%. Ayo vaksin anjing kita. Anjing sehat keluarga selamat. Jadilah pemilik anjing yang bertanggung jawab.

Kedua, jika digigit anjing, segera lakukan cuci luka dengan sabun dan air mengalir dan segera mendapatkan vaksinasi sesuai indikasi di Puskesmas atau layanan kesehatan terdekat.

“Sudah lebih dari 300 saudara kita -warga Flores Lembata- yang meninggal karena rabies sejak 1997. Dan sampai sekarang-sudah 25 tahun-kita belum terbebas cari ancaman kematian sia-sia akibat virus rabies,” katanya.

Baca Juga :  WKRI DPD KAE Rayakan HUT ke-99, Ini Pesan Vikep Ende

“Perlu berapa korban nyawa lagi agar kita menjadi lebih peduli dan bersatu padu untuk berjuang bersama mengusir virus rabies dari Flores-Lembata tercinta?” tanya Dokter Asep retoris.

Kata Dokter Asep, kita berhasil melakukan eliminasi virus polio dengan melakukan vaksinasi polio. Kita sudah berhasil mengendalikan pandemi Covid 19 dengan vaksinasi.

Dan kita juga bisa mengusir virus rabies dari Flores-Lembata, jika bisa melakukan vaksinasi rabies pada anjing (Hewan Penular Rabies) di Flores-Lembata, minimal sebesar 70% secara serentak dengan vaksin yang berkualitas.

“Semoga segera hadir sang pemimpin yang mampu menggerakkan seluruh sumber daya yang ada dan mewujudkan mimpi seluruh warga Flores-Lembata: *Flores- Lembata Bebas Rabies*. Amin,” kata Dokter Asep.

Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Rabu, 4 November 2026 - 11:47 WITA

Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen

Berita Terbaru