MAUMERE, FLORESPOS.net-Tim Polres Sikka, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil menggagalkan pemberangkatan 64 tenaga kerja ilegal asal tiga kabupaten di Flores.
Para tenaga kerja illegal itu rencananya diberangkatakan ke Kalimantan dengan menggunakan Kapal Laut di Pelabuhan L. Say Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu (9/7/2023).
Para tenaga kerja ilegal itu, masing-masing berasal dari Kabupaten Sikka sebanyak 16 orang, Kabupaten Manggarai Timur ada 45 orang, dan Kabupaten Manggarai ada 3 orang.
Dari 45 tenaga kerja asal Manggarai Timur, ada 14 di antaranya anak berusia di bawah umur. Sementara dari tiga orang tenaga kerja dari Manggarai, ada seorang di antaranya anak berusia di bawah umur.
Pantauan media ini, di Mapolres Sikka, Minggu (9/7/2023) siang terlihat polisi yang bertugas sedang meminta keterangan perekrut tenaga kerja asal Manggarai dan Manggarai Raya yang bernama Benyamin.
Sementara seorang perekrut tenaga kerja asal Sikka didampingi 2 orang koordinator lapangan sedang menunggu giliran untuk dimintai keterangan oleh polisi yang bertugas.
Salah seorang perekrut tenaga kerja asal Kabupaten Sikka, Gentinus Lela didampingi Koordinator Lapangan Rafael Raya kepada media ini menjelaskan, tenaga kerja yang direkrut hendak ke Kalimantan untuk dipekerjakan di T Liveri Agro Kapuas (LAK) di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah.
“Rencananya tenaga kerja ini untuk dipekerjakan di Kebun Kelapa Sawit,” kata Gentinus.
Sementara perekrut tenaga kerja asal Manggarai Timur, Benyamin Pantang kepada media ini menjelaskan pihaknya sudah berupaya melengkapai dokumen calon tenaga kerja yang hendak diberangkatkan itu, namun karena ada kendala, maka beberapa dokumen belum dilengkapi.
“Kami berupaya untuk melengkapi dokumen yang dipersyaratkan,” katanya.
Untuk Meningkatkan Ekonomi Rumah Tangga
Alfi, asal Desa Kentol, Kecamatan Cibal Tengah, Kabupaten Manggarai kepada media ini di Mapolres Sikka menjelaskan pihaknya bersama istrinya dan anak semata mayang berangkat ke Kalimantan untuk mencari kerja guna meningkatkan ekonomi rumah tangga.
“Saya dan istri serta anak kami mau bekerja di Kalimantan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga kami,” kata Alfi.
Pengkuan yang sama disampaikan Teni asal Terang, Desa Ngampang Mas, Kabupaten Manggarai Timur.
“Saya ke Kalimantan untuk mencari kerja dengan tujuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga,” kata Teni.
Total 64 Orang
Kepala Bidang Informasi Kerja Dinas Nakertran Sikka, Mikhaela Estifina yang ditemui di Mapolres Sikka, Minggu siang menjelaskan, data sementara yang diterimanya menyebutkan total tenaga kerja yang diamankan 64 orang.
Dia merincikan, 16 orang asal Kabupaten Sikka, dan 48 orang dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
“Total tenaga kerja yang diamankan sebanyak 64 orang,” kata Mikhaela.*
Penulis: Wall Abulat / Editor: Wentho Eliando










