LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) melalu Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) terhadap penyakit layu bakteri dan dikeya atau busuk batang yang menyerang tanaman pisang dan labu siam di Desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor, Kamis (15/6/2023).
Dinas TPHP Mabar melakukan Gerdal terhadap kedua organisme pengganggu tanaman (OPT) itu, antara lain sebagai upaya memutuskan mata rantai serangan. Agar serangan tidak menyebar kemana-mana.
Koordinator POPT-PHP Dinas TPHP Mabar, Vitalis Anselmus Syukur mengungkapkan, kegiatan sosialisasi pemahaman OPT atau Hama Penyakit Tanaman Pisang dan Tanaman semusim Labu Siam, lokus di Kelompok Tani Tetesan Embun Desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor, Kamis (15/6/2023).
Di Desa Ponto Ara, demikian Syukur, jumlah tanaman pisang 108 Rumpun. Luas serangan 40 rumpun. Luas terancam 68 rumpun. Luas pengendalian 40 rumpun. Jenis OPT ditemukan yakni penyakit Layu Bakteri, penyebabnya bakteri.
Untuk tanaman Labu Siam, jumlah tanam 904 pohon, jumlah serangan 250 pohon, jumlah waspada 659 pohon. Jenis OPT yang ditemukan, yakni dikeya, juga disebabkan bakteri. Desa Ponto Ara adalah penghasil Labu Siam terbesar di Mabar.
Dalam kegiatan tersebut, tambah Syukur, dihadiri berbagai elemen masyarakat, di antaranya pemilik lahan tanaman yang terserang, pemerintahan desa setempat, serta jajaran Dinas TPHP Mabar, termasuk BPP dan PPL.*
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus










