MAUMERE, FLORESPOS.net-Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanaman padi yang memasuki masa panen di 4 desa di Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam gagal panen dan mengalami kerusakan.
Sejak tiga hari lalu, Sabtu (25/4/2026) hingga Senin (27/4/2026) hujan lebat masih terjadi sehingga areal persawahan di 4 desa yakni Desa Done, Legu Woda, Magepanda dan Wolomude tergenang.
“Untuk wilayah sekitar Magepanda sejak 3 hari lalu curah hujan sangat tunggi disaat tanaman padi di 4 desa sekitar bendungan sedang siap panen,” sebut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Inosensius Siga, Selasa (28/4/2026).
Ino sapaannya mengatakan, dampak dari tingginya curah hujan mengakibatkan para petani kuatir karena tanaman padi yang memasuki masa panen tergenang air yang debitnya meningkat.
Ia memaparkan, untuk lahan sawah di 4 desa ini totalnya sekitar 590 hektar dan jumlah areal persawahan yang siap panen dan terancam gagal panen sekitar 50 hektar.
“Kalau misalnya curah hujan masih tinggi selama seminggu ke depan maka kemungkinan besar tanaman padi akan mengalami gagal panen dan banyak yang berkecambah dan batangnya rebah,” ungkapnya.
Sekertaris Dinas Pertanian Kabupaten Sikka ini menjelaskan rata-rata tanaman padinya berumur 4 bulan dan siap panen sehingga menunggu hujan reda baru bisa dipanen.
Ino menyebutkan, pihaknya saat ini menghimbau para petani agar apabila cuaca bagus segera melakukan pemanenan dan pihaknya mengerahkan mesin panen ke wilayah yang rawan tergenang agar bisa digunakan.
“Kami akan kerahkan mesin panen ke wilayah persawahan yang rawan tergenang air agar bisa dipergunakan para petani secepatnya saat cuaca tidak lagi hujan,” terangnya.
Camat Magepanda, Vinsensius Kustance juga sudah turun melakukan pemantauan ke lokasi areal persawahan yang tergenang banjir dan memastikan akan terjadi kerugian bila curah hujan masih tinggi.
Vinsensius menjelaskan akibat curah hujan tinggi membuat luapan air dari Bendungan Pukana dan Ijura meluap sehingga air banjir menggenangi areal persawahan di sekitarnya.
“Para petani pasti akan mengalami kerugian terkait dengan padi yang sudah hampir panen tetapi terendam air akibat curah hujan tinggi selama beberapa hari ini,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










