MAUMERE, FLORESPOS.net-Perjuangan untuk pemekaran wilayah Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, yang digagas sejak tahun 2021 mulai memasuki tahapan krusial dengan digelarnya Musyawarah Antar Desa untuk penentuan nama dan ibu kota kecamatan baru.
Musyawarah Antar Desa Kecamatan Talibura digelar di Aula Kristus Raja Watubaing, Kamis (11/12/2025) yang dihadiri Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, unsur pemerintah daerah, DPRD, serta tokoh masyarakat lintas desa.
Salah satu tokoh masyarakat etnis Tana Ai Rafael Raga menjelaskan mengenai analisis lokasi ibukota kecamatan yang direkomendasikan.
Lokasi pertama kata dia, yakni Ogolidi di Desa Kringa yang mana alasan finalnya terkait aksesibilitas dan konektivitas, lokasi ini terletak di pinggir jalan nasional Maumere–Larantuka, mudah dijangkau dari seluruh wilayah kecamatan.
“Lokasi ini memiliki jaringan listrik dan akses dasar yang sudah tersedia.Dari aspek kelayakan teknis, tersedia hamparan lahan sekitar 5 hektare milik Pemda Sikka yang belum dimanfaatkan,” ungkap Rafael,Sabtu (3/1/2026).
Rafael menyebutkan, lokasi ini sangat ideal untuk kantor camat, Polsek, Koramil, Puskesmas, kantor layanan publik lainnya serta tidak terkendala status tanah ulayat atau sertifikasi.
Selain itu kata dia, dari aspek keamanan dan kebencanaan, lebih aman dan terbuka secara topografi serta mudah ditata sebagai pusat pemerintahan baru yang terencana.
“Lokasi ini netral dan pemersatu. Tidak melekat kuat pada satu klan atau suku tertentu.Lebih diterima sebagai ruang publik bersama dibanding Loronawan yang mana merupakan tanah ulayat sempit dan Watulaba yang akses dan kesiapan lebih terbatas,” ucapnya.
Selain itu ungkap Rafael, lokasi ini merupakan symbol masa depan dan Ogolidi layak dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru, bukan hanya pusat administrasi, tetapi juga ekonomi dan layanan sosial.
Dengan demikian, menurut mantan Ketua DPRD Sikka 2 periode ini, Ogolidi yang berada di Desa Kringa adalah lokasi ibu kota kecamatan yang paling layak dan strategis.
Kesimpulannya, kata Rafael, nama kecamatan pemekaran yakni Kecamatan Tana Ai dengan Ibu Kota Kecamatan berada di Ogolidi, Desa Kringa.
“Keputusan ini selaras dengan PP 17 Tahun 2018, mencerminkan jati diri masyarakat, memperkuat kohesi sosial, dan memberi warisan identitas yang jelas dan bermakna bagi generasi Tana Ai di masa depan,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










