MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 18 Tenaga Kesehatan (Nakes) Unit Hemodialisis (HD) di RSUD dr.TC Hillers Maumere mengeluhkan tidak pernah mendapatkan dana insentif atau jasa Covid-19.
Para tenaga kesehatan yang bertugas di unit hemodialisis yang terdiri dari 2 orang dokter, 10 perawat, 3 helper, 2 tenaga administrasi dan seorang teknisi sejak tahun 2021 hingga 2022 terlibat menangani pasien Covid-19.
“Kami mengeluh akibat kebijakan manajemen rumah sakit yang tidak memasukan nama-nama kami dalam daftar nama penerima insentif atau jasa Covid-19,” ungkap Oktovianus Rikiano Nika saat ditemui bersama para nakes lainnya, Jumat (18/7/2025).
Oktovianus bersama teman-temannya di unit hemodialisis mengatakan,sejak tahun 2021 hingga tahun 2022 para tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat terlibat dan kontak langsung dalam penanganan hemodialisis bagi pasien Covid-19.
Mereka memaparkan, terdapat 192 tindakan hemodialisis bagi para pasien terjangkit virus Covid-19 yang diantar dari ruangan isolasi Covid-19 untuk melaksanakan tindakan cuci darah.
“Kami mulai bekerja menangani pasien Covid-19 dari mulai dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Ada 4 rekan kerja kami yang terpapar virus Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri,” ungkapnya.
Para Nakes, sebut Oktovianus telah berupaya memperjuangkan aspirasi mereka untuk bertemu dengan pihak manajemen rumah sakit namun pihak manajemen berdalih bahwa mereka karyawan pihak ketiga dan tidak termasuk dalam daftar tenaga kerja di rumah sakit.
Namun pada kenyataannya justru pasien HD Covid-19 adalah pasien yang terdaftar dalam pelayanan isolasi Covid-19 RS TC Hillers dan unit HD merupakan unit pelayanan atas kerjasama PT. BNAS yang saat ini dikelolah oleh PT. MCH.
“Perusahan kami bekerjasama dengan RSUD TC Hillers sejak tahun 2017 dan dibawah naungan bendera besar RSUD TC. Hillers Maumere. Saat Covid-19, malam hari kami tangani pasien Covid-19 dan paginya pasien normal,” tuturnya.
Oktovianus dan teman-temannya beberapa waktu sempat mengeluhkan hal ini kepada anggota DPRD Sikka dan Bupati Sikka namun hingga kini belum ada kejelasan menyangkut nasib mereka.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










