Kecap Berbahan Baku Nira Aren Buatan Umat Paroki Kajong, Manggarai Diapresiasi Tinggi Gubernur - FloresPos Net

Kecap Berbahan Baku Nira Aren  Buatan Umat Paroki Kajong, Manggarai Diapresiasi Tinggi Gubernur

- Jurnalis

Selasa, 16 Mei 2023 - 09:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net – Kecap berbahan baku nira pohon Enau atau Aren yang diproduk umat Paroki Kajong, Kevikepan Reo, Manggarai, Keuskupan Ruteng, mendapat apresiasi tinggi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para pejabat Provinsi NTT.

Apresiasi Gubernur Laiskodat itu bisa terlihat ketika tiba di Paroki Kajong, Minggu (14/5/2023) sore. Usai diterima Pastor Paroki Kajong Rm. Bernadus Palus Pr, bersama Wabup Manggarai Heri Ngabut secara adat, Gubenur langsung mendatangi tempat produksi dan pameran produk lokal bernama Kecap Raping.

Gubernur bersama Dirut Bank NTT, Harry Alex  Riwu Kaho bersama unsur Bank NTT Ruteng dan Reo, amat antusias berbicara dengan Rm. Bernadus Palus Pr dan Ketua Kelompok Pengelola Kecap Raping, Avelina Deslardis bersama pendamping dari Bank NTT Reo.

Gubernur Laiskodat mengatakan, dirinya merasa bangga dengan adanya kecap buatan warga di Kajong ini. Apa yang dilakukan ini patut dihargai dan didukung agar diproduksi secara baik dan mengikuti standar-standar yang berlaku.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi ini. Ini membuka mata kita semua bahwa kita bisa buat sesuatu dari apa yang kita miliki. Asal kita mau dan jadi,” katanya.

Baca Juga :  Respon Cepat, Bupati Manggarai Berikan Bantuan Tanggap Darurat kepada Korban Kebakaran

Dikatakan, Kecap Raping harus terus diproduksi. Pasarnya tidak susah juga. Utamakan orang sekitar dahulu. Dan, kalau semua PNS membeli Kecap Raping, maka penjualan tidak akan susah.

Kecap Raping, demikian Gubernur Laiskodat, sangat bagus di tengah upaya menekan dan atau mengurangi ketergantungan pada produk dari luar Flores dan NTT ini. Semua tahu, sejak dahulu kecap semuanya dari didatangkan dari Jawa dan NTT sangat bergantung pada pasokan kecap dari daerah lain.

Karena itu, lanjut Gubernur Laiskodat, dukung terus produksi Kecap Raping agar menjadi besar sehingga bisa menjangkau pasaran yang lebih luas di NTT. Urusan perizinan harus diproses dan instansi yang mengurusnya harus bergerak agar usaha ini legal di pasaran.

Sedangkan Pastor Paroki Kajong, Rm. Bernadus Palus Pr, mengatakan, usaha kecap ini sudah berjalan beberapa waktu belakangan. Ide, gagasan, dan prakarsa datang muncul setelah banyak belajar soal membuat kecap dari  nira dari pohon  Enau/Aren  yang selama ini hanya dibuat gula saja.

Baca Juga :  Ini Respon Camat Satar Mese Utara Soal Material Galian Masuk Jalan Trans Flores

“Ide ini dibicarakan di paroki dan ada yang menyambut positif, terutama orang-orang muda. Ide itu mulai dikonkretkan dengan pelatihan pembuatan kecap tahun lalu,” katanya.

Pelatihan kemudian, diikuti dengan pembuatan produk kecap dalam jumlah terbatas dengan memenuhi standar-standar yang ada. Respons bagus sehingga produksinya meningkat belakangan ini.

Sedangkan Ketua Kelompok Pengelola, Avelina Deslardis mengatakan, kecap  ini bisa diproduksi rutin karena bahan baku cukup tersedia, yakni nira Enau. Nira itu dalam prosesnya dicampur dengan bumbu dapur.

“Kecap dari Aren ini diminati publik. Banyak permintaan dan bahkan dari luar Flores. Ini dukungan untuk kami juga agar  terus memproduksi Kecap  Raping ini. Dalam sebulan,  bisa dihasilkan 300 botol, “katanya.

Gubernur Laiskodat sebelum meninggalkan Kajong, Senin (15/5/2023) memborong semua Kecap Raping yang ada. Sebanyak 150 botol dibeli untuk  dibawa  ke Kupang.*

Penulis: Christo Lawudin/editor: Anton Harus

Berita Terkait

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar
Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WITA

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:49 WITA

Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA