ENDE, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan SMAK Syuradikara Ende, di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengirimkan dua lulusan untuk mengenyam pendidikan tinggi di Nanzan University- Jepang.
Tahun ini adalah angkatan ke- 8 yang dikirim oleh lembaga pendidikan milik kongregasi SVD.
Dua lulusan atau siswi yang dikirim itu adalah Eva Maria Simatupang dari Jurusan Bahasa dan Ashwel Vanesa Laiskodath dari Jurusan MIPA. Keduanya sudah diterima di Nanzan University Nagoya-Jepang.
Keduanya diterima melalui proses seleksi yang sangat lama dan dinyatakan sudah memenuhi persyaratan akademis dan non akademis. Sebelum ke Jepang, keduanya akan mendalami bahasa Jepang di sekolah dan Bali.
Keduanya akan mengambil Program Studi Kebijakan Publik selama 4 tahun atau sampai selesai jenjang S1 melalui Program Schollarship.
Selain program Scholarship dari Nanzan University, mereka juga bisa diberi kesempatan untuk ikut seleksi besiswa dari pemerintah Jepang.
Eva Maria Simatupang ditemui di sekolah, Kamis (11/5/2023) mengatakan dirinya sudah ditunjuk sekolah sejak duduk di kelas X. Sejak itu ia mulai mempersiapkan diri seperti belajar bahasa Jepang dan budaya dari seniornya.
“Sejak saat itu saya mulai belajar bahasa Jepang dan tanya -tanya tentang situasi dari senior yang ada di sana,” katanya.
Eva Simatupang mengakui, ini adalah impiannya untuk mendapatkan beasiswa studi di luar negeri karena sekolah konsisten mengirimkan siswa setiap tahun.
“Ini mimpi kami dan saya terus belajar untuk mendapatkan. Saya dipilih dan saya akan memberikan yang terbaik kepada almamater atas kepercayaan ini,” katanya.
Ashwel Vanesa mengaku kaget saat ditunjuk ke Jepang. Ia sempat ragu menerima tawaran ini. Berkat dukungan dari orangtua, guru, teman- teman dan seniornya, Ashwel akhirnya menerima peluang ini.
Ashwel percaya, sekolah menunjuk dirinya karena sekolah melihat kemampuannya. Ashwel berjanji akan selesai tepat waktu dan menjawab kepercayaan dari sekolah.
“Kami tidak akan pulang sebelum selesai. Jika ada peluang kami akan bekerja di sana,” katanya.
Keduanya bangga karena terpilih dari tiga ratus lebih siswa angkatannya. Menurut keduanya ini adalah peluang sekaligus tantangan yang mesti dihadapi untuk menggapai cita – cita.
Kepala SMAK Syuradikara, P. Stefanus Sabon Aran, SVD mengatakan sekolah terus mengirim siswa studi di Jepang karena atas permintaan Nanzan University. Selain itu karena prestasi yang ditunjukan angkatan sebelumnya.
“Kami kirim studi lanjut ke Jepang atas permintaan kampus karena prestasi yang diperoleh. Juga kebutuhan dan minat siswa untuk lanjut studi di luar negeri. Siswa yg memiliki kemampuan diberi kesempatan untuk studi di luar negeri,” kata Pater Stef.
Sekolah selalu dan terus memfasilitasi untuk peningkatan sumber daya manusia tidak hanya kuliah di dalam negeri tapi juga di luar negeri.
Aloysia Naga Dapat Beasiswa Pemerintah Jepang
Pater Stef mengatakan, salah satu siswa yang dikirim oleh SMAK Syuradikara dua tahun lalu, Aloysia Naga berhasil lolos dalam seleksi tersebut.
Seluruh biaya kuliah di Nanzan University ditanggung oleh Pemerintah Jepang. Diharapkan, Eva dan Ashwel bisa mengambil kesempatan ini selain program beasiswa dari Nanzan University.
Ada 3 program studi yang ditawarkan oleh Nanzan University dalam program beasiswa ini yaitu program studi kebijakan publik, kebijakan internasional dan kebijakan lingkungan.
Kedua siswa bebas memilih sesuai dengan minatnya. Rencananya Eva dan Ashwel akan berangkat ke Jepang akhir Agustus untuk memulai studinya.
Diharapkan, keduanya bisa menyelesaikan studi tepat waktu 4 tahun dan menunjukan prestasi yang baik. Ke 14 siswa yang sudah dikirim beberapa tahun sebelumnya menunjukan prestasi yang baik dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Beberapa di antaranya melanjutkan studi S2 di Universitas Nagoya. Yang lain memilih untuk kerja di Jepang karena Program Studi Kebijakan Publik sangat dibutuhkan di Jepang.*
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando










