LABUAN BAJO, FLORESPOS.net -Mbak Rara terkenal sebagai pawang hujan. Namanya begitu meroket saat penyelenggaraan Motto GP di sirkuit internasional Mandalika Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2022.
Pada pelaksanaan KTT ASEAN ke 42 Tahun 2023, Mbak Rara pun tiba-tiba muncul di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perempuan bernama lengkap Rara Istiani Wulandari tersebut datang dengan pesawat terbang dan mendarat di Bandara Komodo Labuan Bajo, Selasa (9/5/2023).
Saat itu ia datang bertepatan dengan pembukaan KTT ASEAN/ASEAN Summit. KTT ASEAN ke 42 Tahun 2023 digelar di Labuan Bajo, ibu kota Mabar selama tiga hari, 9-11 Mei.
Maksud kedatangan Mbak Rara di Labuan Bajo pun belum tahu. Apakah “menghadiri” KTT ASEAN atau hanya sekedar melancong, masih tanda tanya, belum tahu.
Namun kabarnya, Mbak Rara sempat “komat kamit” di area Waterfront City Labuan Bajo hari itu, Selasa (9/5).
Dan kabarnya, seketika itu juga cuaca setempat Labuan Bajo adem, mendung. Padahal paginya sempat hujan, seperti di wilayah Wae Sambi Labuan Bajo dan sekitar.
Tadi pagi sempat hujan. Tapi siang sampai sore ini hanya mendung saja, ujar Lion kepada media ini di Labuan Bajo, Selasa (9/5) jelang malam.
Lanjut Lion, mungkin ini karena kedatangan Mbak Rara tadi di Labuan Bajo. Mungkin dia juga “ikut” KTT. Barangkali “peserta” ASEAN Summit juga. Soalnya dia terkenal sebagai pawang hujan, komentarnya.
Teus, warga Kecamatan Boleng Mabar, secara terpisah di Labuan Bajo, mengatakan dirinya kaget saat tiba di Labuan Bajo, Selasa (9/5) sore itu, karena di kota itu kering.
“Ko di Labuan Bajo sini kering. Kita di sana hujan lebat sampai Kaper. Mungkin itu makanya tadi Mbak Rara datang di Labuan Bajo. Dia kan dukun (pawang) hujan yang terkenal,” komentar Teus.
Padahal di Kecamatan Boleng, kata Terus, hujan lebat sepanjang hari itu. Bahkan hujan lebat dia alami hingga Kaper, zona timur Labuan Bajo, tutupnya.*
Penulis: Andre Durung/Editor: Wentho Eliando









