Tim DLH Turun ke Lokasi Pabrik Tahu Tempe Lokoboko, Pemilik Sebut Ada Gangguan IPAL dan Human Eror - FloresPos Net

Tim DLH Turun ke Lokasi Pabrik Tahu Tempe Lokoboko, Pemilik Sebut Ada Gangguan IPAL dan Human Eror

- Jurnalis

Minggu, 1 November 2026 - 19:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ende merespon keluhan dari warga terkait aktivitas produksi Pabrik Pengolahan Tahu Tempe Krakatau yang berlokasi di Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona.

Warga yang bermukim di sekitar bantaran Kali Wolowona mengeluhkan aroma bau menyengat dan dugaan pencemaran air akibat pembuangan limbah cair industri tersebut.

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup telah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi atau fakta lapangan yang dikeluhkan oleh warga pada Jumat (30/10/2026).

Mathilde Fransiska Weta, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, DLH Ende mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi.

Baca Juga :  Ini Empat Poin Deklarasi Netralitas ASN di Pilkada Ende, PJ Bupati: Wajib Diwujudkan

Namun DLH belum bisa memberikan keterangan kepada media dan publik karena masih melakukan kajian setelah memantau langsung kondisi di lapangan.

“Belum bisa expose karena masih dikaji oleh tim,” katanya.

Sementara itu, Sofyan Efendy  pemilik Krakatau yang sejak awal pekan lalu dikonfirmasi media terkait keluhan warga berhasil ditemui pada Jumat (31/10/2026) malam.

Kepada Florespos.net, dan Ekora.NTT, ia mengatakan terjadinya pembuangan limbah yang dikeluhkan warga disebabkan oleh adanya human error dan kendala teknis operasional dalam sistem pengolahan limbah pabrik.

Baca Juga :  Kapolri: Kejahatan Transnasional Sebagai Musuh Bersama

Pihak manajemen menyatakan tidak ada niat kesengajaan untuk mencemari lingkungan. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi internal serta perbaikan pada sistem pembuangan agar operasional pabrik kembali berjalan sesuai standar.

“Kami punya IPAL sejak dua tahun lalu. Kemarin itu ada Human Eror dan gangguan pada sistem IPAL saat sedang produksi. Saat ini sedang dalam perbaikan dan segera kembali ke standar”.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kolaborasi Unipa dan Politeknik PNK Dorong Hilirisasi Hortikultura dan Nira Lontar di Desa Wairbleler
Pesan untuk 94 Sarjana Stipas St. Sirilus Ruteng–‘Jadilah Guru Pendidikan Agama Katolik dan Penyuluh Pastoral yang Beriman, Adaptif dan Transformatif’
Wisata Flores–Laing Lewe, Pantai Berpasir Putih dan Laut yang Tenang di Manggarai Timur
Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas PK Ende Naik Tahap Penyidikan, Tim Penyidik Kejari Segera Turun ke 40 Sekolah
PSSI Ende Tunjuk Cicih Badeoda Jadi Manajer Perse di ETMC Flores Timur
Ratusan Penumpang KM Lawit Lanjutkan Pelayaran dengan KM Egon
Pelni Siapkan Alternatif Transportasi untuk Layani Penumpang Terdampak Insiden KM Lawit di Ende
DPRD Usul Pemkab Ende Jual Kendaraan dan Ratusan Alat Berat Tidak Produktif Untuk Pembangunan Daerah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:02 WITA

Kolaborasi Unipa dan Politeknik PNK Dorong Hilirisasi Hortikultura dan Nira Lontar di Desa Wairbleler

Minggu, 1 November 2026 - 19:18 WITA

Tim DLH Turun ke Lokasi Pabrik Tahu Tempe Lokoboko, Pemilik Sebut Ada Gangguan IPAL dan Human Eror

Minggu, 1 November 2026 - 13:53 WITA

Pesan untuk 94 Sarjana Stipas St. Sirilus Ruteng–‘Jadilah Guru Pendidikan Agama Katolik dan Penyuluh Pastoral yang Beriman, Adaptif dan Transformatif’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:02 WITA

Wisata Flores–Laing Lewe, Pantai Berpasir Putih dan Laut yang Tenang di Manggarai Timur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:22 WITA

Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas PK Ende Naik Tahap Penyidikan, Tim Penyidik Kejari Segera Turun ke 40 Sekolah

Berita Terbaru