MAUMERE, FLORESPOS.net-Tebing batu cadas di Raganatar, Desa Hokor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka mengalami longsor dan mengakibatkan warga yang pemukimannya berada di sekitar lokasi kejadian mengungsi.
Longsor tersebut terjadi hari Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 13.30 Wita di saat warga sedang beristirahat di rumah mereka dan terdengar suara gemuruh yang berasal dari tebing batu.
“Dampak gempa Flores membuat struktur tanah juga rapuh apalagi sering terjadi gempa susulan. Ini yang mengakibatkan terjadinya longsoran,” sebut Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Rabu (28/10/2026).
Simon mengatakan, sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut dan sebanyak empat kepala keluarga yang rumahnya berada di sekitar lokasi kejadian sudah mengungsi ke rumah keluarga.
Warga yang terdampak juga kata dia sudah mendapatkan bantuan sembako dan perlengkapan lainnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka sambil menunggu kondisi benar-benar aman baru mereka bisa kembali ke rumah mereka.
“Kita menghimbau kepada masyarakat yang rumahnya di eprbukitand an berdekatan dengan lokasi yang rawan longsor agar tetap waspada. Meskipun tidak hujan namun gempa susulan sering terjadi terjadi sehingga kondisi tanah rapuh,” ungkapnya.
Penjabat Kepala Desa Hokor, Alexius Frans Efendi menyebutkan saat kejadian warga yangs edang beristirahat berhamburan ke luar rumah dan menyelamatkan diri ke Kantor Desa Hokor.
Aparat desa yang berada di dalam kantor desa pun berlarian ke luar kantor dan terdapat tujuh rumah yang berada di sekitar Tebing Raganatar namun tidak terkena material longsoran.
“Warga yang rumahnya di sekitar tebing telah mengungsi ke rumah keluarga mereka. Kami telah menghimbau agar warga yang rumahnya dekat tebing tetap siaga dan waspada takutnya terjadi longsoran lagi,” ucapnya.
Alexius menambahkan, tebing tersebut sebelumnya juga pernah mengalami longsor akibat guncangan gempa Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu dan pasca longsor sisa bongkahan batu besar masih menggantung di puncak tebing.
Kondisi kata dia dikuatirkan akan membahayakan keselamatan warga yang lokasi rumahnya berada di dekat tebing Raganatar tersebut sehingga warga dihimbau tetap waspada. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










