Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat - FloresPos Net

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

- Jurnalis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Seratusan hektare (ha) tanaman padi sawah dan jagung di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami puso karena kemarau berkepanjangan.

Hampir pasti, tanaman pangan seratus ha lebih itu gagal panen. Luas baku (lahan) sawah di Mabar 16.892,48 ha.

Demikian Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar, menanggapi media ini di Labuan Bajo, Senin (26/10/2026), terkait dampak kemarau panjang 2026 terhadap dunia pertanian Mabar khususnya.

Sebelumnya, Kepala DTPHP Mabar, Tarsi Gonsa, menanggapi Florespos.net, sebaiknya berkomunikasi dengan Kabid PTP terkait dampak kekeringan tanaman padi dan jagung di kabupaten tersebut 2026, karena datanya ada di sana (Bidang PTP).

Baca Juga :  BPOLBF Luncurkan Puluhan Event Sepanjang 2024, Teguh: Kritik Kami Demi Penyempurnaan

Kata Apen, khusus tanaman padi sawah yang mengalami puso karena kekeringan sepanjang periode Asep (April-September) seluas 73 ha. Puluhan ha tersebut tersebar di Kecamatan Boleng 2,73 ha, Pacar 32,5 ha, Masang Pacar 21 ha, Lembor 16,93 ha, dan di Kecamatan Ndoso 0,25 ha.

“Kalau sudah begini, ya puso, gagal panen jadinya. Puso karena kekeringan,” kata Apen.

Demikian pula tanaman jagung. Di Mabar banyak tanaman jagung yang mati kekeringan.

“Kalau ditotalkan padi (padi) dan jagung (tanaman) di Mabar yang kena puso itu seratus hektare lebih. Kalau tanaman padinya 73 hektar. Nanti (tanaman) jagungnya saya akan WA (WhatsApp), datanya ada di HP (handphone),” kata Apen.

Namun hingga berita ini dikrim ke redaksi, Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 19.00 WITA, media ini belum mendapatkan data tanaman jagung yang kering dari Apen, walau sebelumnya di hari yang sama sudah diminta datanya kepada Apen via WA.

Baca Juga :  PPDB 2025, Murid Tak Masuk Sekolah Negeri Akan Diarahkan ke Sekolah Swasta dan Disubsidi Pemda

Menurut Apen, akibat kemarau panjang sekarang di beberapa areal sawah di Mabar mau tak mau menerapkan sistim giliaran air atas kesepakatan bersama petani setempat, termasuk di daerah irigasi (DI) Lembor.

Namun sepertinya tetap kewalahan, tak terselamatkan, buktinya 16 ha lebih tanaman padi sawah di sana juga kekeringan, petak-petak sawah terbelah, lubang menganga.

Khusus puluhan ha tanaman padi sawah di Mabar yang mengalami puso karena kekeringan selama periode Asep 2026 yakni berkisar pada fase pertumbuhan, umur satu bulan hingga fase bunting katanya. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA