ENDE, FLORESPOS.net-Gempa Flores yang berkekuatan 7,7 SR merenggut jiwa dan membawa dampak kerusakan rumah warga, fasilitas pelayanan umum dan infrastruktur lainnya di Kabupaten Ende.
Hingga saat ini ribuan warga masih berada dan bertahan di tenda-tenda yang dibangun secara mandiri karena masih terjadi gempa susulan.
Langkah penanganan melalui pembaruan data dampak gempa secara berkala ke publik sangat penting untuk mempercepat langkah penanganan dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran.
Mencegah penyebaran berita bohong (hoaks), serta meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi tanggap darurat yang transparan antara pemerintah dan masyarakat.
Untuk itu Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Ende diminta dan diharapkan lebih aktif memberikan informasi up date data laporan dampak bencana dan langkah penanganan yang sudah dilakukan ke publik pasca bencana gempa.
“Pada masa darurat bencana, hal pertama adalah informasi bencana, kemudian data bencana dari data itu kita bagi lagi dalam beberapa data yaitu data korban, data kerusakan rumah warga, fasilitas publik dan infrastruktur lainnya. Setelah itu mendata bantuan yang masuk ke posko dan sudah berapa banyak yang disalurkan ke warga terdampak,” kata Pilipus Kami, mantan Ketua Forum Peduli Bencana Kabupaten Ende.
Pilipus mengatakan up date data seperti ini mesti disinformasikan secara berkala ke publik agar publik mengetahui kondisi satu daerah pasca bencana dan langkah penanganan.
Selain itu bantuan yang masuk ke posko serta pendistribusian ke warga terdampak juga harus disampaikan ke publik agar bisa diketahui kekurangan dan kelebihannya.
“Laporan soal dampak bencana dan penanganan harus up date setiap hari dan diinformasikan ke publik agar publik tau langkah percepat penanganan, kekurangan dan kelebihannya. Jika ada wilayah yang belum didata bisa disinformasikan oleh masyarakat”.
Pilipus Kami mengatakan hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan bencana adalah manajemen informasi, manajemen data, manajemen pengelola bencana serta manajemen bantuan bencana .
“Empat hal ini mesti diinformasikan kepada publik agar publik ikut memantau dimana yang masih kurang, kendala yang dihadapi pemerintah dan kebutuhan warga terdampak”.
Hal tersebut juga telah disampaikan dan ditekankan oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat Rapat Kordinasi (Rakor) di Posko Tanggap Darurat BPBD Ende, Rabu (19/8/2026) siang.
Kepala BNPB mendorong pemerintah melakukan pendataan secara akurat dan aktif menyampaikan ke publik.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










