MAUMERE, FLORESPOS.net-Aktivitas pemerintahan Kabupaten Sikka tetap berjalan di tengah situasi tanggap darurat pascagempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Flores dan berdampak cukup signifikan di Kabupaten Sikka.
Kantor Bupati Sikka mengalami kerusakan berat akibat guncangan gempa berkekuatan 7,7 Magnitudo yang melanda Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita.
Kondisi tersebut membuat Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, serta Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Margaretha Movaldes Da Maga Bapa harus memindahkan aktivitas pemerintahan dan koordinasi penanganan bencana ke Pos Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka.
Dari posko tersebut, pimpinan daerah bersama jajaran terkait terus melakukan koordinasi, pemantauan kondisi wilayah terdampak, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat dan penanganan korban gempa tetap berjalan.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menjelaskan bahwa kerusakan pada gedung Kantor Bupati tidak boleh menghentikan roda pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pos Tanggap Darurat BPBD menjadi salah satu pusat koordinasi sementara selama masa tanggap darurat.
“Kantor Bupati memang mengalami kerusakan berat. Tetapi pemerintahan tidak boleh berhenti. Kita harus tetap bekerja, melayani masyarakat dan memastikan seluruh penanganan bencana berjalan dengan baik. Untuk sementara, kami berkantor dan melakukan koordinasi dari Pos Tanggap Darurat BPBD,” jelas Bupati Juventus.
Menurutnya, prioritas pemerintah saat ini adalah keselamatan masyarakat, penanganan warga terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pendistribusian bantuan, serta percepatan pendataan kerusakan dan kebutuhan di setiap wilayah.
Bupati juga menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus tetap bergerak sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
“Kita sedang menghadapi situasi yang tidak mudah. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah harus hadir bersama masyarakat. Jangan sampai masyarakat merasa sendiri menghadapi bencana ini,” tegasnya.
Sementara itu, keberadaan pimpinan daerah di Pos Tanggap Darurat BPBD menunjukkan bahwa penanganan gempa menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sikka.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










