MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Sikka membatalkan seluruh rangkaian kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 di seluruh wilayah Kabupaten Sikka akibat terjadinya gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores,Sabtu (15/8/2026) pukul 05.48 Wita.
Dampak gempa mengakibatkan 4 orang warga meninggal dunia di Kabupaten Sikka dan masih banyak warga yang memilih tetap berada di tenda-tenda pengungsian di Gelora Samador Maumere.
“Pemerintah Kabupaten Sikka menyampaikan bahwa Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026 ditiadakan,” sebut Very Awales, Ketua Umum Panitia HUT RI Tingkat Kabupaten Sikka, Minggu (16/8/2026).
Very mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 yang telah direncanakan, mulai tanggal 15 Agustus 2026 dan seterusnya tidak dilaksanakan.
Ia menyebutkan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi kemanusiaan, keselamatan masyarakat, serta penanganan warga terdampak gempa yang saat ini masih berada di sejumlah lokasi pengungsian.
“Keputusan diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Bupati Sikka, Wakil Bupati Sikka, Plt. Sekda Sikka, Kalaksa BPBD, Asisten Sekda, staf ahli Bupati Sikka, pimpinan Perangkat Daerah, para Camat dan Lurah, Sabtu, 15 Agustus 2026 di Posko BPBD,” ucapnya.
Very menambahkan, keputusan diambil dengan mencermati masih terjadinya ratusan gempa susulan hingga mencapai 512 kali dalam sehari dan telah menimbulkan 51 orang korban jiwa meninggal dunia 4 orang diantaranya ada warga Kabupaten Sikka serta kerusakan rumah warga dan fasilitas publik.
Ia memaparkan, hingga saat ini warga Kabupaten Sikka yang saat ini mengungsi di posko pengungsian di gelora Samador Maumere sebanyak 1.264 orang dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 306 KK.
“Pengungsi di Kantor DPRD kabupaten Sikka 70 orang dari 8 KK, di lapangan seminari Bunda Segala Bangsa 292 orang, halaman SD Wairklau 68 jiwa dan beberapa warga yang saat ini mengungsi di rumah keluarga maupun rumah warga di desa dan kelurahan,” ungkapnya.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










