Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru - FloresPos Net

Kumpulkan 200 Guru Hononer, Melchias Marcus Mekeng Komit Perjuangkan Anggaran Pendidikan dan Nasib Guru

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dalam Amandemen Keempat Undnag-Undang Dasar 1945 tanggal 10 Agustus 2002, anggaran pendidikan sebesar minimal 20 persen dari APBN pertama kali diamanatkan dan dipertegas lewat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Namun, target 20 persen tersebut baru benar-benar direalisasikan dan dipenuhi dalam APBN sejak tahun 2009. Padahal dalam UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4 menyatakan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD.

“Cuma pendidikan yang dimasukkan ke dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan ditulis bahwa itu harus disiapkan 20 persen dari APBN dan APBD,” sebut Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Melchias Marcus Mekeng, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Julie Sutrisno Laiskodat Minta Bupati Edi Kawal Program NasDem di NTT

Melki sapaannya mengatakan, hanya pendidikan yang tertulis ada anggarannya karena pada saat itu semua anggota MPR sepakat bahwa kalau pendidikan ini tidak kita investasikan dari sekarang, kita akan ketinggalan.

Ia menyebutkan hal ini sudah mulai kelihatan dimana pendidikan di negara kita mulai ketinggalan dengan negara-negara tetangga kita sehingga kita jangan kaget kalau nanti suatu saat Timor Leste pendidikannya lebih maju.

“Mereka benar-benar fokus ke pendidikan dengan mengirimkan putra-putri terbaiknya belajar ke luar negeri untuk investasi jangka panjang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Langganan DBD, Dewan Ingatkan Pemkab Manggarai Barat Atasi Sampah

Melki menyebutkan, Malaysia juga melakukan hal yang sama dimana tahun 70-an mereka mengirim warganya belajar di UI, ITB dan IPB dan sekarang mereka sudah meninggalkan kita dari sisi pendidikan.

Vietnam, negara yang dulu komunis, boleh dibilang tertinggal jauh dari kita, sekarang mereka sudah meninggalkan kita.

Ia menegaskan, kalau pendidikan kita ini kita abaikan, kita akan tertinggal lagi dan kita sangat rapuh dalam sektor pendidikan, rapuh sekali.

Melki mengenang saat Fraksi Partai Golkar MPR RI mengadakan diskusi publik terkait pendidikan, salah satu pembicaraannya pengamat pendidikan yang menyampaikan rasio pendidikan kita sangat rendah.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende
Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:27 WITA

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA