MBAY, FLORESPOS.net-Komitmen Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam mendukung program swasembada pangan kembali ditegaskan. Jumat (7/8/2026), Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan monitoring kegiatan cetak lahan di Desa Langedhawe, Kecamatan Aesesa Selatan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan program cetak lahan berjalan sesuai target, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Nagekeo.
Di lokasi, Wabup Gonzalo didampingi perangkat desa, penyuluh pertanian, dan kelompok tani setempat. Ia meninjau langsung proses pembukaan lahan baru yang nantinya akan dimanfaatkan untuk tanaman pangan seperti jagung, padi, dan kacang-kacangan.
Wabup juga menyempatkan diri berdialog dengan para petani. Ia mendengarkan kendala di lapangan mulai dari akses air, alat pertanian, hingga pemasaran hasil.
“Kita datang ke sini untuk memastikan bahwa program cetak lahan ini benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi petani. Swasembada pangan bukan hanya slogan, tapi harus dimulai dari kerja nyata di lahan seperti ini,” ujar Wabup Gonzalo.
Menurut Wabup, di tengah dinamika global dan perubahan iklim, ketahanan pangan daerah menjadi prioritas utama. Kabupaten Nagekeo memiliki potensi lahan yang besar dan harus dimanfaatkan secara optimal.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh semangat gotong royong dari masyarakat, kelompok tani, dan pemerintah desa. Cetak lahan ini adalah langkah awal. Setelah lahan siap, kita kawal sampai ke tahap tanam, panen, sampai ke pasar,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan swasembada pangan juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat desa dan menekan ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Pemerintah Siapkan Dukungan
Wabup Gonzalo memastikan Pemkab Nagekeo akan terus memberikan dukungan berupa bibit, pupuk, alat mesin pertanian, serta pendampingan dari penyuluh.
“Kami minta dinas terkait untuk terus mendampingi. Jangan sampai lahan sudah dicetak tapi tidak ditanami. Kita kejar target tanam dan produktivitas,” pintanya.
Ia juga mengajak generasi muda di Aesesa Selatan untuk tidak meninggalkan pertanian.
“Bertani itu keren. Kalau kita kelola dengan baik dan teknologi, pertanian bisa jadi sumber penghasilan yang menjanjikan,” ajaknya. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










