MAUMERE, FLORESPOS.net-Seorang guru agama Katolik di SMPN Kewapante, Kabupaten Sikka merasa harga dirinya diinjak-injak dan diperlakukan tidak sepantasnya saat mengurus berkas di kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sikka.
Drinya datang ke Kantor Kemenag Sikka pada hari Selasa (4/8/2026) untuk mengantar berkas riwayat mengajar dan hendak berurusan dengan operator Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika).
“Saya ke kantor Kemendag Sikka untuk mengantar berkas riwayat mengajar untuk semester tahun ajaran 2026/2027 format S 28A dan hendak bertemu dengan operator Simpatika Pak Yolan,” ujar Marselinus Atapukan, guru SMPN Kewapante dalam konferensi pers, Kamis (6/8/2026).
Marselinus mengatakan, para guru agama biasa bertemu operator untuk pengaktifan datanya. Dan setelah dia masuk ruangan Seksi Pendidikan Agama Katolik dia melihat kondisi dan situasi di ruangan namanya disebut.
Ia tidak melayani dan langsung menuju meja operator Simpatika bernama Yolan. Saat tiba di meja operator ia diminta ketemu Kepala Seksi sehingga ia langsung ketemu dan memberi salam lalu dipersilahkan duduk.
Lanjut Marselinus, kepala seksi langsung mengatakan, kamu yang suka teriak-teriak ya sehingga ia pun bertanya teriak yang dimaksud seperti apa.
Marselinus menyebutkan, dengan kondisi kesehatan kepala seksi, dirinya pun tidak terlalu menanggapi.
“Kepala seksi menyampaikan ke saya terkait proses pencarian Tunjangan Profesi Guru (TPG) agama Katolik, terkait sikap kami bersama guru agama yang pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat ke DPRD Sikka yang menurutnya salah,” ujarnya.
Bahkan kata Marselinus, kepala seksi juga mengatakan aksi guru agama Katolik bertemu Bupati Sikka dan menyurati DPR RI juga salah dan dirinya hanya mengangguk saja mengingat kondisi kesehatan kepala seksi.
Ia mengatakan tidak mau melayani karena ingat kondisi kesehatan Kepala Seksi dan hanya mengangguk sebab kepala seksi bicara terbata-bata.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










